Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Elektabilitas Ganjar Pranowo Diprediksi Terhambat Akibat Peristiwa Wadas

Ray Rangkuti menilai peristiwa yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo belakang ini, dapat menghambat elektabilitas Ganjar Pranowo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Elektabilitas Ganjar Pranowo Diprediksi Terhambat Akibat Peristiwa Wadas
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti menilai peristiwa yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah dapat menghambat elektabilitas (tingkat keterpelihan) Ganjar Pranowo jika ikut Pilpres 2024.

Ray memperikan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu akan mandek.

Bahkan, ia mengatakan bahwa akan sulit bagi Ganjar untuk menaikan elektabilitas dalam kurun waktu 8 bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Ray Rangkuti dalam diskusi bertajuk Konstelasi Politik Pada Kekuatan Elektabilitas Individu atau Parpol Menjelang Pilpres 2024 yang disiarkan secara virtual, Jumat (11/2/2022).

"Saya merasa bahwa peristiwa Wadas itu setidaknya kalau tidak membuat elektabilitas Pak Ganjar menurun, ya berimplikasi pada tertahannya elektabilitas yang bersangkutan," kata Ray Rangkuti.

Baca juga: Beda Temuan Ganjar dan YLBHI Soal Penangkapan Warga Desa Wadas, Ganjar: Bukan Penangkapan

Ray menjelaskan bahwa peritiwa yang terjadi di Desa Wadas justru mencoreng citra Ganjar Pranowo yang kerap dengan rakyat.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, kata Ray, ikon calon pemimpin yang dekat dengan rakyatnya akan sulit didapatkan dikemudian hari.

"Tiba-tiba Pak Ganjar menjadi elitis sedemikian rupa sehingga ikon calon pemimpin merakyat itu menurut saya akan sulit kembali menaikkan pamor Pak Ganjar di masa yang akan datang," ucap Ray.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas