Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Praktik Psikologi Berperan Penting Cegah Tindakan Terorisme

Ahli kontra terorisme Zora A. Sukabdi mengungkapkan peran penting ilmu psikologi dalam mencegah tindakan terorisme. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Praktik Psikologi Berperan Penting Cegah Tindakan Terorisme
Tribun Jakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Baliho yang berisi imbauan mengenai terorisme terpampang di persimpangan jalan raya Lenteng Agung dari Depok arah Pasar Minggu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli kontra terorisme Zora A. Sukabdi mengungkapkan peran penting ilmu psikologi dalam mencegah tindakan terorisme

Zora mengungkapkan dua pendekatan dalam mencegah tindakan terorisme.

"Terdapat dua pendekatan dalam hal ini, yaitu pendekatan sindrom misalnya terkait kepribadian atau sifat serta motivasi dan pendekatan instrumen atau sebagai pilihan rasional," kata Zora melalui keterangan tertulis, Kamis (3/3/2022).

Baca juga: Muhammadiyah Dorong BNPT Kedepankan Kerja Sama dan Langkah Preventif Tangani Radikalisme Terorisme

Baca juga: BNPT Gandeng FPH Wasathiyah Cegah Fenomena Intoleransi dan Radikalisme di Masyarakat

Hal tersebut diungkapkan oleh Zora dalam Webinar HIMPSI dan APS Perth Branch berjudul "Treatment Management for religiously-motivated terrorist offenders".

Pendekatan tersebut, kata Zora, dapat dimitigasi dengan langkah-langkah identifikasi risiko, kebutuhan, dan respon individu maupun kelompok teroris. 

Berdasarkan hasil penelitiannya, Zora mengungkapkan 18 faktor risiko terorisme yang dibagi ke dalam tiga domain, yaitu: motivasi, ideologi  dan kapabilitas.

"Faktor-faktor tersebut menjadi penting pada saat, misalnya melakukan rehabilitasi secara profesional terhadap pada pelaku atau orang-orang yang potensial menjadi teroris," tutur Zora.

Baca juga: Pengakuan Akong, Pemilik Pabrik Ciu Ilegal di Jatiasih saat Diinterograsi Kapolres Metro Bekasi Kota

Baca juga: 10 Tahun Mendekam Dipenjara, Hari ini Angelina Sondakh Bisa Hirup Udara Bebas 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Seger Handoyo mengatakan psikologi tidak hanya terkait penanganan terorisme 

Psikologi, kata Seger, juga berperan dalam berbagai bidang misalnya dalam bidang pengembangan dan manajemen sumber daya manusia di perusahaan, pengelolaan pendidikan dan sekolah, dan penanganan kesehatan mental.

Menurut Seger, agar termanfaatkan dengan lebih baik, praktik psikologi di Indonesia perlu diatur di dalam sebuah peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Polisi vs Pelaku Balapan Liar di Jagakarsa, Ada yang Sembunyi Dalam Got, Polisi Cari Pakai Senter

Baca juga: Kena Pasal Berlapis, Akong Pemilik Pabrik Ciu Ilegal di Jatiasih Terancam 20 Tahun Hidup Dipenjara

Saat ini sedang berproses di DPR RI, yaitu Rancangan Undang-undang (RUU) Praktik Psikologi. 

"Nantinya, dengan disahkannya RUU ini menjadi undang-undang maka diharapkan para praktisi dan ilmuan psikologi di Indonesia memiliki payung hukum untuk berkontribusi secara lebih terarah dan tertata dengan lebih baik," tutur Seger. 

Peran psikologi, kata Seger, menjadi sangat relevan di dunia yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas