Jenderal Andika Sebut Kasus Kebohongan Danki Gome Papua Masuk ke Tahap Penyidikan
Kasus pelaporan informasi bohong yang dilakukan Danpos atau Komandan Kompi (Danki) Koramil di Gome, Puncak, Papua, masuk tahap penyidikan.
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Sri Juliati
Tak Dilakukan dengan Pertimbangan Taktis
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, pengerahan personel untuk pengamanan di proyek galian pasir tersebut tidak dilakukan berdasarkan pertimbangan keamanan.
Bahkan, pengerahan personel ke proyek galian pasir tersebut juga tidak dilakukan dengan pertimbangan taktis.
"Ingat ini kan bukan daerah lain, ini daerah yang memang keamanannya juga agak lebih tidak biasa," jelas Andika.
Baca juga: Jenderal Andika Ungkap Kebohongan Danpos Koramil Gome: Kerahkan Prajurit Amankan Proyek Galian Pasir
Kini, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait dengan kejujuran.
"Karena kita juga jangan dong sampai terlalu ceroboh, pertimbangan uang untuk pribadi, tetapi kemudian yang jadi korban anak buah," kata Andika.
Janji Kawal Proses Hukum
Andika memastikan, pihaknya akan terus mengawal proses hukum terhadap danki tersebut.
Terkait dengan proses penyidikannya, kata Andika, penyidikan kasus kebohongan tersebut membutuhkan ketelitian secara mendalam.
Mengingat, lokasi kejadian sendiri terbilang sulit diakses.
“Kita juga membutuhkan ketelitian selain memang tempatnya yang memang tidak bisa diakses setiap saat."
"Bukan hanya jauh, itu kan hanya pesawat (untuk bisa) ke sana ya,” kata Andika dikutip dari Kompas.com, Senin (21/3/2022)
Adapun tiga prajurit yang menjadi korban serangan KKB adalah Serda Rizal, Pratu Tupas Baraza, dan Pratu Rahman.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Gita Irawan)