Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Aktivis ICW Tama Satrya Langkun Jadi Ketua DPP Partai Perindo

Di Partai Perindo, Tama ditempatkan sebagai Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia sekaligus Juru Bicara Nasional Perindo.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mantan Aktivis ICW Tama Satrya Langkun Jadi Ketua DPP Partai Perindo
Istimewa
Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun, bergabung ke Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Di partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu, Tama ditempatkan sebagai Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Juru Bicara Nasional Partai Perindo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun, bergabung ke Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Di partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu, Tama ditempatkan sebagai Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Juru Bicara Nasional Partai Perindo.

"Iya betul," kata Tama saat dikonfirmasi, Senin (4/4/2022).

Berdasarkan rilis yang diterima, Tama dilantik oleh Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, di Kantor DPP Partai Perindo, Jakarta, Jumat (1/4/2022).

Pada kesempatan itu, Tama mengungkapkan sejumlah alasan mau berhijrah ke partai politik.

Pertama, kata dia, Partai Perindo memberi kesempatan luas kepada dirinya untuk berperan aktif dalam gagasan besar pemberantasan korupsi.

Baca juga: Genjot Elektabilitas, Perindo Maksimalkan Peran Juru Bicara

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Tama, asumsi dan stigma publik terhadap partai politik yang koruptif menjadi salah satu tantangan berat bagi agenda pemberantasan korupsi.

"Tapi, itu bukan hal mustahil jika melihat Perindo sebagai partai yang relatif baru. Apalagi jika didukung penuh oleh semua pengurus, anggota, termasuk pendukung Partai Perindo," kata Tama.

"Dalam hal ini, Pak Hary melalui Partai Perindo telah memberikan kesempatan yang luas bagi saya untuk berperan aktif dengan memegang nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas," imbuhnya.

Alasan kedua ialah Partai Perindo sebagai sarana perjuangan baru.

Tama mengaku senang dengan kesempatan yang diperolehnya tersebut.

"Mudah-mudahan Partai Perindo bisa menawarkan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, baik dalam kaitannya isu hukum, pemberantasan korupsi, maupun perlindungan hak-hak korban," ungkap Tama.

Dalam kesempatan itu, Hary Tanoesoedibjo mengaku bersyukur bahwa Partai Perindo merupakan partai yang bersih alias belum terkontaminasi, sehingga bergabungnya Tama menguatkan hal tersebut.

"Beliau sebagai Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia. Permasalahan hukum di Indonesia kan luar biasa banyaknya, tapi fokus beliau itu nanti di antikorupsi," kata Hary.

"Mudah-mudahan dengan demikian Partai Perindo akan lebih nyata di dalam pergerakannya, khususnya di dalam melawan korupsi di Tanah Air. Di samping itu, juga untuk melakukan hal yang terkait dengan pelanggaran HAM," sambung Hary.

Tama berkarier di ICW selama kurang lebih 12 tahun. Setelah itu, ia bekerja sebagai tenaga ahli di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sejak 2021 hingga Maret 2022.

Pelantikan Tama sebagai kader Partai Perindo turut disaksikan para pengurus milenial dan Gen-Z DPP Partai Perindo, termasuk Ketua DPP Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif, Angela Tanoesoedibjo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas