Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pimpinan DPR Terima Perwakilan Massa Buruh dan Mahasiswa

Dua pimpinan DPR RI yakni Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel menerima perwakilan massa demonstrasi dari buruh dan mahasiswa.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pimpinan DPR Terima Perwakilan Massa Buruh dan Mahasiswa
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Pimpinan DPR RI yakni Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel menerima perwakilan massa demonstrasi dari buruh dan mahasiswa, Kamis (21/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dua pimpinan DPR RI yakni Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmat Gobel menerima perwakilan massa demonstrasi dari buruh dan mahasiswa.

Pantauan Tribunnews.com, perwakilan massa diterima di ruang rapat pimpinan di lantai 4, Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Kurang lebih 30 menit pimpinan DPR mendengarkan aspirasi dari perwakilan massa.

"Tadi kawan-kawan dari Gebrak dan AMI itu menyampaikan beberapa poin aspirasi yang disampaikan kepada DPR. Kami selaku pimpinan berdua dengan Pak Rachmat Gobel barusan menerima aspirasi tersebut, dan kami ada beberapa hal yang kami diskusikan dengan kawan-kawan untuk kemudian masukkan kami di DPR untuk nanti kita share ke teman-teman dan juga tentunya, kepada pemerintah demikian," kata Dasco.

Baca juga: 15 Perwakilan Buruh yang Berdemo Diterima DPR RI untuk Beraudiensi

Gobel menambahkan bahwa para perwakilan massa menyampaikan beberapa tuntutan, satu diantaranya mengenai Omnibus Law Cipta Kerja.

"Ya yang dituntut seperti yang disampaikan waktu lalu, soal omnibus law, mengenai penurunan harga kebutuhan pokok, apalagi menjelang lebaran ini. Dan hal-hal lain menyangkut pendidikan juga," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Pusat Nining Elitos menyoroti proses legislasi yang sering kali tak melibatkan partisipasi publik, misalnya Omnibus Law Cipta Kerja.

Dia berharap kedepannya DPR dan pemerintah melibatkan partisipasi publik dalam setiap pembahasan RUU.

"Problemnya hari ini adalah regulasi sering kali tidak melibatkan partiispasi publik yang dilakukan oleh pemerintah atau regulasi yang dilahirkan adalah hanya sosialisasi berbeda sosialisasi dengan partisipasi publik," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas