Tribun

Mudik Lebaran 2022

Diskresi Kepolisian Bisa Diterapkan Kapanpun Selama Arus Balik Polri Minta Pemudik Aktif Main Medsos

(Korlantas) Polri mengingatkan kalau mekanisme lalu lintas di tiap ruas jalan tol dapat dengan cepat mengalami perubahan kondisi. 

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Diskresi Kepolisian Bisa Diterapkan Kapanpun Selama Arus Balik Polri Minta Pemudik Aktif Main Medsos
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Kendaraan pemudik melintas saat penerapan one way di ruas tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022). Kebijakan one way dilakukan sejak pagi hari ini dimulai dari KM 47 sampai KM 414 Tol Kalikangkung guna mengurai kepadatan kendaraan pada musim mudik lebaran 2022. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama masa puncak arus balik lebaran 2022, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengingatkan kalau mekanisme lalu lintas di tiap ruas jalan tol dapat dengan cepat mengalami perubahan kondisi. 

Atas hal itu, penerapan diskresi kepolisian bisa saja diterapkan kapanpun dan dalam keadaan kapanpun, mulai dari mekanisme one way atau satu arah, Ganjil-Genap hingga Contraflow.

Oleh karenanya, Kakorlantas Polri Irjen pol Firman Shantyabudi meminta kepada para pemudik untuk berperan aktif dalam memantau perkembangan informasi lalu lintas melalui media massa hingga media sosial.

"Diskresi ini bisa diterapkan kapan saja. Maka ikuti sosmed, radio, dan sebagainya, sehingga pulang bisa lebih nyaman," kata Firman dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (5/5/2022).

Pesan tersebut disampaikan Firman, karena dirinya tak mau kalau kepolisian dinilai terkesan menonjolkan sisi kewenangannya dalam pengamanan mudik lebaran tahun ini.

Padahal menurut dia, diskresi kepolisian yang bisa secara dinamis diterapkan itu merupakan upaya untuk kepentingan masyarakat luas terkhusus pemudik.

Baca juga: Puncak Arus Balik 6-8 Mei 2022, Ini Dua Titik Utama yang Diperkirakan Bakal Terjadi Kemacetan

"Kami mengingatkan bahwa kami tidak ingin menonjolkan kewenangan, tapi diskresi untuk kepentingan yang lebih besar harus kami ambil dalam kondisi yang sangat tidak ideal ini, dan itu bisa terjadi kapan saja," katanya.

Jenderal polisi bintang dua itu lantas memberikan contoh terkait beberapa kebijakan yang dapat berlaku secara kondisional. 

Kebijakan diskresi itu di antaranya penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way hingga contraflow.

"Bisa saat ini kami laksanakan satu lajur, bisa sekian menit kemudian kami mekarkan menjadi dua, tiga hingga akhirnya menjadi one way dan waktunya juga bisa berubah," tukas Firman.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas