Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kata Airlangga Hartarto KIB akan Lanjutkan Program Jokowi

Airlangga Hartarto menjelaskan Presiden Jokowi telah berhasil membangun infrastruktur secara baik untuk kebaikan ekonomi Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan wartawan TRIBUN-VIDEO, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan lanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi), terutama di bidang ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) KIB di Plataran, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/6/2022).

Airlangga Hartarto menjelaskan Presiden Jokowi telah berhasil membangun infrastruktur secara baik untuk kebaikan ekonomi Indonesia.

Hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia saja, tetapi juga diakui dunia.

Oleh sebab itu program-program pembangunan ekonomi yang baik harus dilanjutkan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu juga berharap, partai-partai politik lain selain yang sudah berada di KIB ikut bergabung.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, PPP, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar bersepakat untuk membangun koalisi untuk menghadapi Pemilu 2024.

Koalisi tersebut resmi diumumkan pada 12 Mei 2024 lalu, dengan nama KIB.

Tujuan KIB Mengakhiri Politik Identitas di Pilpres

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki tujuan untuk menghilangkan politik identitas di Pilpres 2024.

Apalagi, kata Zulhas, pertarungan politik sebelumnya cenderung keras dalam Pilkada hingga Pilpres. Sehingga, melahirkan gejala polarisasi di masyarakat.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Zulhas saat acara Silahturahmi Nasional KIB di Plataran Jakarta, Sabtu (4/6/2022) malam.

"Pilpres melahirkan gejala polarisasi yang harus kita segera akhiri bersama-sama," kata Zulhas.

Zulhas menambahkan KIB merupakan koalisi yang religius.

Tujuanannya untuk menghilangkan politik. Hal itu pula yang akhirnya membuat Partai Golkar-PPP-PAN membuat kesepahaman.

"Kita adalah koalisi religius, baik muslim tradisional maupun modern. Itu yang akan kita dorong, itu yang membuat kita menandatangani kesepahaman," terangnya.

Zulhan menambahkan, KIB mendorong munculnya tiga pasangan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Kita mendorong agar sekurang-kurangnya ada tiga calon ada pada pilpres mendatang," kata Zulkifli Hasan.

Sementara, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto merespons soal pertanyaan banyak pihak yang menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dibentuk terlalu dini.

Airlangga menegaskan, bahwa membangun politik persatuan harus dimulai dari sedini mungkin.

Kesepahaman dan chemistry antar parpol koalisi harus dibanhun jauh-jauh hari.

"(membangun koalisi lebih awal) kita lakukan agar kita dapat melangkah kedepan dengan satu irama, satu frekuensi yang sama, serta sejalan dalam membangun kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia" kata Airlangga.

Airlangga juga mengatakan, bahwa membangun koalisi tidak bisa dilakukan dalam suasana keterpaksaan atau keterdesakan.

"Membangun kebersamaan politik harus dimulai dengan silaturahmi dan komunikasi yang intesif seperti yang kita lakukan pada malam hari ini," jelas Airlangga.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas