Tribun

Penguatan Sistem Kesehatan di Era Jokowi dalam Pengendalian Covid-19 Diapresiasi

Hikmah menyampaikan layanan kesehatan yang terus dikutkan Jokowi dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Penguatan Sistem Kesehatan di Era Jokowi dalam Pengendalian Covid-19 Diapresiasi
gulf-insider.com
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Respons cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penanganan pandemi berdampak pada perlindungan kesehatan masyarakat yang solid.

Salah satunya melalui penguatan layanan sistem kesehatan di Tanah Air.

Hal demikian diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jatim Hikmah Bafaqih saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Menyiapkan Ketahanan Infrastruktur Kesehatan Dalam Antisipasi Masa Depan di Universitas Brawijaya (UB).

Hikmah menyampaikan layanan kesehatan yang terus dikutkan Jokowi dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Bahkan kehadirannya mampu membuat penanganan pandemi Covid 19 berjalan begitu cepat.

Baca juga: Skema Tarif BPJS Kesehatan Terbaru yang Disesuaikan dengan Gaji Peserta, Iuran Kelas Dihapus

"Kalau indokatornya cepat sudah ya, artinya lebih cepat rampung dan selesai dengan negara lain bahkan yang maju," ujar Hikmah di Malang, Jawa Timur (Jatim), dalam keterangannya.

Meski demikian, dia mengatakan, gerak cepat penanganan pandemi Jokowi masih perlu dioptimalkan lagi.

Agar manfaat besar yang dihasilkan dapat terasa baik oleh seluruh masyarajat.

Sebab dia menilai, pandemi Covid 19 merupakan sebuah bencana yang kehadirannya tidak pernah diduga-duga sebelumnya.

Sehingga tidak hanya Indonesia, pemerintahan di negara lain pun masih memerlukan banyak adaptasi.

Baca juga: Menko PMK Minta Pelayanan Kesehatan Disesuaikan dengan Kekhasan Daerah

"Kalau masih belepotan sana sini, ini situasi bencana. Negara manapun mengalami itu, misalnya pelayanan dan pemberian bantuan terdampak da sebagainya," imbuh Hikmah.

Atas dasar itu, Hikmah begitu memahami, berbagai kebijakan yang diluncurkan Jokowi pada awal pandemi masih perlu ada evaluasi.

Terlebih situasinya termasuk ke dalam status kedaruratan tanggap bencana.

"Karena soal soal pendataan kita ada yang masih manual itu misalnya, ya itu pasti bisa saja terjadi. Tak bisa dihindari. Tapi sekali lagi karena dalam konteks bencana selalu ada yang namanya kedaruratan," tandas Hikmah.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas