Tribun

Reshuffle Kabinet

Ubedilah Badrun: Reshuffle Tak Ada Gunanya Apalagi yang Direshuffle Menteri Tak Strategis

Reshufle kabinet tidak ada gunanya apalagi yang direshufle menteri yang tak begitu strategis atau hanya tambal sulam.

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Ubedilah Badrun: Reshuffle Tak Ada Gunanya Apalagi yang Direshuffle Menteri Tak Strategis
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Dosen UNJ Ubedilah Badrun usai diklarifikasi KPK soal dugaan KKN Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (26/1/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun turut angkat bicara soal Reshuffle kabinet. 

Menurutnya Reshuffle kabinet saat ini tidak ada gunanya apalagi yang direshuffle menteri yang tidak begitu strategis atau hanya tambal sulam, ada yang diganti tapi ada yang hanya sekedar digeser-geser.

"Misalnya LBP, Erick Thohir, Bahlil digeser, lalu yang diganti M.Luthfi, Yasin Limpo. Pergantian yang tidak bermakna straregis apalagi diberikan kepada partai koalisi baru yang sosoknya kurang kredibel atau sekedar transaksional, " tuturnya, Rabu (15/6/2022). 

"Ini memprihatinkan. Kesan yang muncul di hadapan publik nasional dan internasional adalah pemerintahan ini semakin tidak kredibel, " sambungnya.

Menurut Ubedilah Badrun akar persoalanya sebenarnya ada pada ketidakmampuan Presiden merekrut menteri berkualitas dan ketidakmampuan Presiden memanaj para menterinya karena menterinya justru sering mengatur Presiden diluar rapat kabinet.

Baca juga: Hadi Tjahjanto Dipanggil Jokowi, Namanya Santer Diprediksi Masuk Kabinet Sejak November 2021

Apalagi jika menteri yang membuat masalah seperti masalah keinginan tiga periode, tingginya harga minyak goreng, sibuk kampanye capres cawapres, tidak bisa urus BBM, gas dan listrik, itu tidak diganti hanya digeser.

Misalnya seperti LBP, Bahlil Lahadalia, Airlangga Hartarto, Tito Karnavian, M.Luthfi, Erick Thohir, termasuk menterinya Golkar, PKB dan PAN tidak diganti, maka tidak akan membangkitkan kepercayaan publik nasional dan internasional kepada pemerintahan ini.

"Jadi reshufle geser-geser posisi semacam itu hanya sekedar langkah instrumental biasa yang tidak menarik dan tidak memberi efek kejut mengembalikan trust publik kepada pemerintah saat ini. Sayang sekali jika itu terjadi, " imbuhnya. 

Untuk diketahui Presiden Joko Widodo siang ini akan mengumumkan reshuffle kabinet atau perombakan para menterinya siang ini di Istana Negara, Rabu 15 Juni 2022.

Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2022-2024 akan dilakukan pukul 13.30 WIB di Istana negara.

Baca juga: Reshuffle Siang Ini: Zulhas Dikabarkan Jadi Mendag, Hadi Tjahjanto Menteri ATR/BPN

Mengutip harian Kompas, Rabu (15/6/2022), pelantikan akan diawali dengan kedatangan para pemimpin partai politik untuk bertemu dengan Presiden.

 Selanjutnya Presiden akan mengenalkan para menteri baru dan menteri yang bertukar posisi serta wakil menteri baru.

Selasa kemarin, Presiden Jokowi memang memanggil sejumlah menterinya antara lain Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Wakil Menteri ATR/Waka BPN Surya Tjandra.

Di hari yang sama Presiden Jokowi juga memanggil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hadir ke istana.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas