Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

JK Hadir di Rakernas NasDem: Tahun Ini Romantis, Semua Cari Pasangan yang Cocok

Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menyebut, tahun 2022 ini merupakan tahun romantis untuk berpolitik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in JK Hadir di Rakernas NasDem: Tahun Ini Romantis, Semua Cari Pasangan yang Cocok
screenshot
Jusuf Kalla 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menyebut, tahun 2022 ini merupakan tahun romantis untuk berpolitik.

Sebab, di tahun ini banyak pihak yang sedang mencari pasangan untuk bisa maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu disampaikannya saat memberikan materi seminar yang bertajuk 'Perjalanan Bangsa dalam Kepemimpinan Nasional' dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasional Demokrat (NasDem), di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

"Banyak yang katakan tahun ini politik akan panas. Saya katakan tidak, ini yang romantis," kata JK.

"Karena sama kayak orang pacaran, semua cari pasangan yang cocok, memenuhi syarat, cari pasangan. Begitulah suasana politik. Kadang keras, romantis, ujungnya yang terbaik terpilih. Memang tidak mudah jadi tahun romantis karena banyak hal jadi faktor," imbuhnya.

Baca juga: Mirip Survei Charta Politika, Nama Ganjar dan Anies yang Paling Kuat Bergaung di Rakernas NasDem

Menurut JK, elektabilitas menjadi satu di antara beberapa faktor kendala para aktor politik mencari pasangan.

"Pasangan, partai dan elektabilitas. Ini jadi satu suasana sulit. Elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai. Ada yang terbaik punya partai, punya partai tapi tidak terbaik," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, parliamentary thershold yang tinggi juga menjadi faktor. 

JK menilai parliamentary threshold sering kali menjadi batu sandungan partai-partai karena mereka ingin mengusung kader, namun tidak bisa karena terhalang syarat persentase untuk mengajukan calon.

"Partai yang menengah atas itu, ya, memenuhi syarat. Tapi kalau elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai? Jadi bagaimana gabungan dua ini? Jadi yang ambil peranan bukan partai besar, tapi partai menengah," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas