Tribun

Ibadah Haji 2022

Dokter Ingatkan Jemaah Haji untuk Rutin Minum Hindari Dehidrasi

Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia mengingatkan, jemaah haji untuk terus minum air agar menghindari dehidrasi yang parah.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Dokter Ingatkan Jemaah Haji untuk Rutin Minum Hindari Dehidrasi
Bandar ALDANDANI / AFP
Ilustrasi - Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr. Eva Delsi, Sp. Em mengingatkan, jemaah haji untuk terus minum air agar menghindari dehidrasi yang parah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr. Eva Delsi, Sp. Em mengingatkan, jemaah haji untuk terus minum air agar menghindari dehidrasi yang parah.

Dokter Eva menjelaskan, tidak ada penanda gerah membuat jemaah Indonesia sering tidak sadar tubuhnya sedang mengalami dehidrasi.

“Cuaca di sini memang panas banget dan tidak mengeluarkan keringat, beda dengan di Indonesia, kita bisa merasa gerah. Di sini kita merasa baik baik aja karena tidak ada penanda, kalau di indonesia kan ada penanda, contohnya berkeringat” jelas dr. Eva, dikutip dari keterangan Kementerian Kesehatan, Jumat (17/6/2022).

Baca juga: Praktisi Haji Ingatkan Jemaah Lansia Agar Memperhatikan Kondisi Fisik Saat Berada di Tanah Suci

Kondisi dehidrasi pada tubuh, tidak hanya berpengaruh pada kondisi kulit atau bibir yang kering dan pecah pecah, melainkan dapat mengarah pada kondisi yang lebih gawat, terutama di tengah cuaca yang panas dengan kelembapan yang rendah.

“Kalau kita dehirasi yang terganggu semua sel tubuh, akibatnya mulai dari yang teringan seperti rasa mual, kulit terasa kering, sampai dengan bergejala berat seperti delirium (berperilaku seperti orang bingung) sampai dengan terjadinya heat stroke yang ditandai gangguan kesadaran atau pingsan. Itu yang kita mau hindari.” Lanjut dr. Eva.

Jemaah perlu untuk rutin minum air, meskipun tidak merasa haus, makan tepat pada waktunya, dan gunakan alat pelindung (APD) diri seperti masker, alas kaki, payung, semprotan muka, dan sebagainya.

Meskipun sering minum lanjut dia, dengan cuaca dan kelembapan di tanah suci, tidak akan membuat jemaah sering buang air kecil. Sehingga jemaah diminta untuk rutin minum air dan jangan tunggu haus.

“Meskipun di malam hari jangan lupa minum. Sebelum tawaf minum, setelah selesai tawaf, sebelum sa’i, setelah sa’i, jangan lupa minum," sarannya

Selain itu, jemaah juga harus mengikuti arahan petugas untuk menggunakan alas kaki agar tidak melepuh.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas