Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Surya Paloh Beberkan Kriteria Capres yang Pantas Diusung Partai NasDem

Surya Paloh membeberkan beberapa aspek kriteria capres yang bakal diusung Nasdem di Pilpres 2024 mendatang.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Surya Paloh Beberkan Kriteria Capres yang Pantas Diusung Partai NasDem
Tribunnews.com/ Mario Christian Sumampow
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Ketua Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh membeberkan beberapa aspek yang harus ada di dalam sosok yang nanti akan jadi bakal calon dalam konstestasi capres 2024 mendatang. 

Laporan wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh membeberkan beberapa aspek yang harus ada di dalam sosok yang nanti akan jadi bakal calon dalam konstestasi capres 2024 mendatang.

Adapun aspek tersebut menyangkut komitmen kebangsaan, kemampuan dasar manajerial kepemimpinan, dan komitmen.

"Tentu tidak satu aspek. Satu hal yang pasti adalah komitmen kebangsaan yang tidak perlu diragukan. Kedua kemampuan katakanlah dasar manajerial leadership yang dimiliki. Karena mereka akan jadi kepala pemerintahan dan kepala negara," ujar Surya, Selasa (5/7/2022).

"Ketiga, komitmen untuk meneruskan continuity daripada pembangunan yang sudah dijalankan oleh pemerintah saat ini oleh Jokowi," tambahnya.

Baca juga: Survei CigMark soal Capres 2024: Ganjar Kalahkan Prabowo dan Anies

Sehingga sosok bakal capres ini menurut Surya harus orang yang berkemampuan di atas rata-rata.

Hingga saat ini sudah tersiar di mana-mana tiga nama capres yang muncul dari Rakernas NasDem, yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andhika Perkasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari tiga nama ini, Anies Baswedan yang terlihat cenderung didukung oleh NasDem. Bukan tanpa sebab, apalagi melihat Anies merupakan deklarator NasDem dan punya chemistry yang lebih dekat dengan NasDem ketimbang Ganjar dan Andhika.

Tanggapi hal itu, Surya mengatakan tiga nama tokoh ini merupakan bagian yang tak terpisahkan satu sama lain dalam penilaian. Tak ada yang diperlakukan secara khusus dari tiga nama tersebut.

"Kita harus lihat ketiganya. Ngapain kita calonkan kalau kita ada kekhususan, kenapa kita permainkan sesuatu yang tidak perlu?" tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas