Tribun

Diduga Sarat persaingan Usaha Soal Pelabelan Galon, BPOM Dapat Sorotan

Presiden Jokowi turun tangan untuk menghentikan kegaduhan terkait rencana Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pelabelan BPA

Penulis: Johnson Simanjuntak
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Diduga Sarat persaingan Usaha Soal Pelabelan Galon, BPOM Dapat Sorotan
Shutterstock
Ilustrasi galon isi ulang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Salemba Institute Edi Humaidi minta supaya Presiden Jokowi turun tangan untuk menghentikan kegaduhan terkait rencana Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pelabelan BPA pada galon guna ulang yang terkesan mengada-ada dan diduga sarat persaingan usaha

"Ada empat instansi yang terlibat untuk urusan ini. Jadi BPOM bukan satu-satunya. Persoalannya, empat instansi tersebut mengusulkan rekomendasi perlunya pengawasan dan penindakan. Bukan seperti kemauan BPOM kasih label di galon. Nah, ada apa kok BPOM ngotot?," kata Edi.

Menurutnya, sikap mengada-ada BPOM itu juga tampak dari langkahnya mencabut laporan sebelumnya pada Desember 2020 tentang berita dan informasi hoax yang beredar di sosial media sebagai berita hoax atau disinformasi.

Belum sampai 2 tahun BPOM berubah sikap dan menyatakan bahwa berita berita tentang bahaya BPA pada galon bukan disinformasi.

“Ini jelas membingungkan dan mencurigakan. Kalau benar berbahaya tindakan BPOM bukan melabeli tetapi menarik produk. Dan ingat bukan hanya galon saja yang ber BPA, banyak produk lain yang mengandung BPA seperti makanan kaleng dan botol susu, itu semua harus dinyatakan sebagai berbahaya”.

Edi menjelaskan, keterlibatan presiden di sini sangat dibutuhkan. Apalagi, banyak politisi mencurigai adanya dugaan persaingan usaha di balik proyek pelabelan BPA.

Sebut saja, politisi PDI Perjuangan yang pernah menjabat Ketua Komisi IX DPR RI, dokter Ribka Tjiptaning Proletariyati yang mengkhawatirkan adanya persaingan dagang.

Karena itu, dia mengingatkan BPOM untuk tidak tergesa-gesa memberlakukan regulasi baru itu.

Baca juga: Epidemiolog UI: Pelabelan BPA Pada Galon Guna Ulang Polikarbonat Diganjal Lobi Industri

Narasi BPOM itu bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan ahli kimia sekaligus pakar polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmad Zainal Abidin.

Ia memastikan air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang berbahan policarbonat (PC) aman untuk dikonsumsi.

Hal itu sudah dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan Sentra Teknologi Polimer (STP) – BPPT Serpong.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu sampel pun dari AMDK galon guna ulang yang diteliti itu mengandung BPA di atas ketentuan maksimum yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas