Tribun

Polisi Tembak Polisi

Soroti Isu Perlawanan di Internal Polri, Pengamat: Harus Dukung Kapolri Tuntaskan Kasus Brigadir J

Ali juga menyoroti masih adanya perlawanan di internal kepolisian yang sengaja menghambat dan memperlambat pengusutan karena berbagai kepentingan.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Soroti Isu Perlawanan di Internal Polri, Pengamat: Harus Dukung Kapolri Tuntaskan Kasus Brigadir J
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Pasca penetapan tersangka itu, muncul isu bahwa disebutkan ada perlawanan yang dilakukan internal Polri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo yang menyeret puluhan perwira polisi menjadi pertaruhan besar bagi institusi Polri.

Mayoritas masyarakat masih percaya Polri dapat mengusut tuntas dan bertindak profesioal terhadap kasus pembunuhan Brigadir J.

Masyarakat mendukung penuh langkah Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tegas dan tidak pandang bulu untuk menindak semua aparat yang terlibat dalam pembunuhan dan merancang skenario palsu dan menutupi upaya menghalangi penegakan hukum.

Kabareskrim yang bertugas mengusut kasus pembunuhan ini dituntut untuk konsisten dan satu barisan di bawah Kapolri.

Demikian penilaian dan harapan dosen komunikasi UIN Jakarta, Ali Irfan, menanggapi proses pengusutan skandal pembunuhan Brigadir J yang menjadi perhatian besar masyarakat, Minggu (14/8/2022).

Ali Irfani mengapresiasi langkah Kapolri yang memimpin langsung pengusutan dan telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo (FS) sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir J.

Hal itu merupakan upaya Kapolri untuk mengembalikan citra kepolisian dan kepercayaan publik, karena kasus tersebut bukan hanya kasus penembakan dan pembunuhan tetapi ada upaya menutup-nutupi hingga merekayasa kasus.

Menurut ketua harian IKALUIN Jakarta ini, untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak ada jalan lain kecuali dengan mengusut tuntas dan menindak semua yang terlibat mendukung tindakan Irjen FS dalam pembunuhan dan upaya rekayasa yang dilakukan oleh sekelompok kepolisian.

Baca juga: Gagalnya Skenario Ferdy Sambo, Laporan Palsu Pelecehan hingga Penyebab Kematian Brigadir J

"Pak Kapolri jangan ragu untuk menuntaskan kasus ini. Tindak tegas jika ada oknum di kepolisian yang mencoba menghambat pengungkapan kasus ini," kata Ali Irfani.

Ali juga menyoroti masih adanya perlawanan di internal kepolisian yang sengaja menghambat dan memperlambat pengusutan karena berbagai kepentingan tertentu.

Perlawanan perwira di internal kepolisian, menurut Ali, disebabkan banyak faktor, seperti faktor solidaritas kepada Irjen FS, faktor ancaman kehilangan jabatan dan penghasilan, dan faktor pragmatis-politis yang ingin memanfaatkan kasus untuk mendapatkan keuntungan tertentu.

“Ada indikasi perlawanan di internal, hal itu karena ada yang solider sebagai teman FS, ada yang takut hilang jabatan dan pendapatan, tapi ada juga yang memanfaatkan untuk mendapat pencitraan dan kepentingan pribadi,” jelas Ali kepada media.

Dalam hal ini, Ali mengingatkan di internal Polri untuk tidak ada pihak yang memanfaatkan peristiwa ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok, apalagi untuk menjatuhkan Kapolri.

Kabareskrim yang secara khusus paling bertanggung jawab dalam mengusut dan menyidik kasus ini, juga diminta untuk bekerja secara profesional dan transparan.

“Kabarekrim harus steril dari kepentingan yang kontraproduktif dan harus dalam satu komando di bawah Kapolri," tegas Ali mengingatkan.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas