Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Minta Para Kepala Daerah tidak Hanya Bekerja Rutinitas Saja: 'Tidak Boleh Bekerja Standar'

Jokowi meminta para kepala daerah bekerja secara rinci melihat kondisi ekonomi secara makro dan mikro.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Jokowi Minta Para Kepala Daerah tidak Hanya Bekerja Rutinitas Saja: 'Tidak Boleh Bekerja Standar'
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden meminta gubernur, bupati dan wali kota untuk tidak bekerja secara rutinitas saja. Para kepala daerah harus bekerja secara rinci melihat kondisi ekonomi secara makro dan mikro. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Dalam rapat tersebut Presiden kembali mengingatkan jajarannya untuk tidak bekerja secara standar. Pasalnya kondisi saat ini tidak normal.

"Oleh sebab itu, kita tidak boleh bekerja standar, enggak bisa lagi, karena keadaannya tidak normal. Kita tidak boleh bekerja rutinitas karena memang keadaannya tidak normal, tidak bisa kita memakai standar-standar baku, standar-standar pakem, nggak bisa," kata presiden.

Tidak hanya jajaran kabinetnya, Presiden juga meminta gubernur, bupati dan wali kota untuk tidak bekerja secara rutinitas saja.

Baca juga: Farel Prayoga Bahagia Bisa Menggoyang Istana, Para Menteri hingga Iriana Jokowi Joget: Seneng Pol

Para kepala daerah harus bekerja secara rinci melihat kondisi ekonomi secara makro dan mikro.

"Enggak bisa kita bekerja hanya melihat makronya saja, enggak bisa, enggak akan jalan, percaya saya, makro dilihat, mikro dilihat harus detail. Lewat angka-angka dan data-data. Karena memang keadaannya tidak normal," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden kembali menyampaikan bahwa situasi sekarang ini tidak mudah.

Hampir semua negara di dunia menghadapi kondisi sulit karena Pandemi Covid-19 yang belum usai kemudian terjadi perang yang memicu terjadinya sejumlah krisis.

"Muncul krisis pangan, muncul krisis energi muncul krisis keuangan, inilah yang saya bilang tadi keadaan yang sangat sulit," ujar Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas