Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Sebut Pergerakan PDIP Bisa Mengubah Peta Koalisi yang Sebelumnya Sudah Terbentuk

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menyebut pergerakan PDIP bisa mengubah peta koalisi yang sebelumnya sudah terbentuk.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengamat Sebut Pergerakan PDIP Bisa Mengubah Peta Koalisi yang Sebelumnya Sudah Terbentuk
TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menyebut pergerakan PDIP bisa mengubah peta koalisi yang sebelumnya sudah terbentuk. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat ini sudah terbentuk dua koalisi partai politik jelang perhelatan Pilpres 2024.

Koalisi tersebut ialah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari PAN, PPP dan Golkar, serta koalisi bentukan Partai Gerindra dan PKB.

Sedangkan Partai Demokrat, Nasdem dan PKS masih melakukan penjajakan satu sama lain. Sementara, PDI-Perjuangan selaku pemenang Pemilu 2019 belum melakukan pergerakan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam mengatakan, jika PDIP mulai membangun komunikasi dengan parpol-parpol yang ada, maka besar kemungkinan hal itu dapat mengubah koalisi yang sudah terbentuk.

"Tetapi pada saat yang sama tiga kutub yang ada tadi itu berpotensi kemudian mengalami perubahan ulang," ungkap Umam dalam diskusi daring Polemik Trijaya bertajuk ‘Menakar Gagasan dan Visi Capres 2024’, Sabtu (20/8/2022).

Baca juga: Ini Kriteria Capres 2024 Versi Koalisi Indonesia Bersatu

"Ketika informasi dari PDIP sendiri akan melakukan komunikasi ke semua arah yang dilakukan oleh Mbak Puan, yang berpotensi mengubah cara pandang dan juga sekaligus mungkin menguatkan," lanjut dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat menyatakan bahwa PDIP akan membangun koalisi dari partai-partai pendukung Jokowi.

Namun, dari parpol yang disebutkan Hasto, tak ada nama Nasdem dan PAN. Hanya Golkar, PPP, PKB dan Gerindra yang diungkap. Sehingga menurut Umam, hal ini punya tendensi kutub koalisi yang dapat mengubah KIB.

Atas kondisi ini, potensi Prabowo Subianto berduet dengan Puan Maharani bisa kembali masuk pertimbangan diusung sebagai capres dan cawapres.

"Kalau misalkan ini betul-betul terjadi maka mengubah rencana koalisi Gerindra dan PKB dan menggagalkan pencawapresan Cak Imin di situ," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas