Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepolisian Harus Diselamatkan dari Oknum Pembeking Bisnis Haram

Kasus yang menjerat Irjen Ferdy Sambo dan melibatkan puluhan polisi mulai dari tingkatan rendah sampai jenderal diharapkan bisa dijadikan momentum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kepolisian Harus Diselamatkan dari Oknum Pembeking Bisnis Haram
ist
Habib Umar Alhamid. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus yang menjerat Irjen Ferdy Sambo dan melibatkan puluhan polisi mulai dari tingkatan rendah sampai jenderal diharapkan bisa dijadikan momentum bersih-bersih institusi Polri.

“Lembaga kepolisian harus diselamatkan dari oknum yang membuat kerusakan termasuk terlibat membekingi berbagai bisnis haram yang ada republik ini,” ujar Panglima Gentari Habib Umar Alhamid kepada wartawan, Senin (22/8/2022).

Ia menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit sudah melakukan tindakan yang tepat dalam menangani kasus Irjen Ferdy Sambo. 

Dirinya juga menambahkan, perintah untuk memberangus perjudian dan narkoba termasuk para pembekingnya.

“Gebrakan Kapolri sangat bagus, judi online dan peredaran narkoba di berbagai daerah berhasil digerebek dan pemiliknya ditangkap, semoga gebrakan ini bisa dijadikan sebagai pola kerja rutinitas kepolisian,” paparnya. 

Disisi lain, Habib Umar berpendapat pembubaran Satgassus Merah Putih yang dilakukan oleh Kapolri merupakan bagian daripada reformasi internal. 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, ia mendesak agar Kapolri membuat surat resmi pembubaran Satgassus yang pernah diketuai oleh Ferdy Sambo itu. 

“Publik meminta Kapolri membuat surat resmi atau semacam surat keputusan yang menyatakan pembubaran Satgasus Merah Putih. Selama ini masih dalam ucapan,” katanya.

Ia menambahkan reformasi Polri secara eksternal sudah dapat diukur dengan kinerja polisi selama ini.

Baca juga: Minta Polri Tindak Tegas Judi Online, Wapres Maruf Amin: Sudah Banyak Korbannya

“Tapi bagaimana dengan reformasi internal seperti budaya Korupsi, kolusi dan nepotisme dalam penanganan kasus, pengembangan lembaga terkait dengan SDM dan lain sebagainya?," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas