Tribun

Ketua KPU Hasyim Asy'ari Mengaku Tak Pernah Usul Majukan Jadwal Pilkada Serentak 2024

Ketua KPU Hasyim Asyari mengatakan dirinya sama sekali tidak pernah memberikan usul terkait percepatan penyelenggaran Pilkada Serentak 2024.

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ketua KPU Hasyim Asy'ari Mengaku Tak Pernah Usul Majukan Jadwal Pilkada Serentak 2024
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengatakan dirinya sama sekali tidak pernah memberikan usul terkait percepatan penyelenggaran Pilkada Serentak 2024. 

Laporan wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) Hasyim Asyari mengatakan dirinya sama sekali tidak pernah memberikan usul terkait percepatan penyelenggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Sebelumnya Hasyim Asyari sempat menyinggung soall Pilkada Serentak 2024 yang dipercepat dalam diskusi bertajuk "Menyongsong Pemilu 2024: Kesiapan, Antisipasi dan Proyeksi" yang digelar BRIN pada Kamis 25 Agustus 2022 lalu.

Dalam forum itu Hasyim mengatakan ia tidak memberikan usul.

Namun, dirinya hanya menjawab pertanyaan soal kendala dalam proses tahapan Pemilu.

“Saya enggak usul ya, pada forum itu saya ditanya problemnya apa, saya jawab itu jawabannya,” ujar Hasyim, Minggu (28/8/2022).

Hasyim mengatakan problem ini tidak baru-baru ini ia sampaikan.

Baca juga: KPU Beberkan Alasan Kenapa Jadwal Pilkada 2024 Sebaiknya Dimajukan

“Sudah lama, bisa ditrack digoogle lagi. Ini bukan hal yang baru,” katanya.

Lebih lanjut, Hasyim menjelaskan alasan terkait hal yang dirasa menjadi kendala dalam proses tahapan Pemilu 2024 ini, terkhususnya Pilkada 2024.

“Misalnya presiden pemilu ini kan dilantik 20 Oktober 2024. Coblosannya (Pilkada) November, dari sekitar sebulan presiden ganti ada Pilkada,” jelas Hasyim.

“Kira-kira kabinetnya sudah terbentuk atau belum? Kalau perdebatan soal (hasil Pilpres) itu belum selesai, berarti stabilitas politiknya juga belum menentu,” tambahnya.

Baca juga: Jokowi Minta Polri Dukung Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Ia menjelaskan, kondisi itu berbeda jika Pilkada digelar pada September.

Artinya, saat Pilkada digelar pemerintahan belum berganti tangan.

Hasyim menilai hal itu lebih menguntungkan karena stabilitas politik relatif aman.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas