Tribun

BBM Bersubsidi

Bakal Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Berbagai Daerah, Partai Buruh: Kami Pakai Iuran Sendiri

Partai Buruh bersama serikat buruh bakal menggelar aksi secara berurutan di berbagai daerah dalam rangka menolak kenaikan harga BBM.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Bakal Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Berbagai Daerah, Partai Buruh: Kami Pakai Iuran Sendiri
Rizki Sandi Saputra
Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pihaknya bakal menggelar aksi secara berurutan di berbagai daerah dalam rangka menolak kenaikan harga BBM. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Buruh bersama serikat buruh bakal menggelar aksi secara berurutan di berbagai daerah sebagai langkah menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yang resmi diteken pemerintah pada Sabtu (3/9/2022).

Adapun aksi itu akan dimulai pada pertengahan September ini hingga Oktober mendatang.

Dalam melaksanakan aksi tersebut, Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, pihaknya tidak menerima dana apapun untuk gelaran aksi.

"Silahkan periksa aja, kami terbiasa melakukan aksi biaya sendiri, nanti kawan-kawan media datang ke sana, yang terdekat saja, Jakarta ini, besok kan," kata Iqbal saat konferensi pers secara daring, Jumat (9/9/2022).

Iqbal menyatakan, dana yang dikeluarkan setiap aksi merupakan hasil iuran atau uang kas yang dihasilkan dari para buruh.

Baca juga: Partai Koalisi dan Birokrat Diminta Bantu Jelaskan soal Kenaikan Harga BBM ke Masyarakat

Dengan begitu, dirinya menepis adanya dugaan pihak yang membiayakan para buruh menggelar aksi termasuk dari para pemilik perusahaan.

"Kami punya iuaran, dan iuaran itulah yang digunakan untuk aksi-aksi, advokasi-advokasi," kata dia.

"Silakan ditanya langsung ke peserta aksi jangan ke pimpinan aksi, gampang kok ini darimana uangnya. Ada enggak dibayarin sama cukong-cukong atau tanda petik pengusaha-pengusaha," sambungnya.

Aksi itu di berbagai daerah itu, akan digelar di masing-masing kantor pemerintahan, baik itu Gubernur, Bupati, Wali Kota maupun kantor DPRD.

Nantinya mereka mendesak para pimpinan kepala daerah untuk bersurat kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan pimpinan DPR RI Puan Maharani untuk menurunkan harga BBM.

Massa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2022). Dalam aksinya, mereka menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi serta menuntut agar pemerintah menstabilkan harga bahan pokok imbas kenaikan harga BBM. Tribunnews/Jeprima
Massa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2022). Dalam aksinya, mereka menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi serta menuntut agar pemerintah menstabilkan harga bahan pokok imbas kenaikan harga BBM. Tribunnews/Jeprima (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

"Serikat buruh meminta para Gubernurnya, Bupatinya, Wali Kotanya, atau menggelar di depan kantor DPRD, pimpinan DPRD-nya untuk mengirim surat ke Presiden atau pimpinan DPR untuk menyampaikan tuntutan kami," kata Iqbal.

Baca juga: 5 Juta Buruh Bakal Mogok Kerja pada Akhir November jika Harga BBM Tak Juga Diturunkan

Selain menggelar aksi di berbagai daerah, serikat buruh juga sepakat bakal menggelar aksi mogok kerja nasional pada akhir November 2022. Aksi tersebut ditempuh jika tuntutannya tidak didengar oleh pemerintah.

Setidaknya ada tiga tuntutan yang disampaikan Partai Buruh bersama serikat buruh, yakni meminta pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi, membatalkan Omnibus-Law Cipta Kerja dan menaikkan upah minum buruh pada 2023 sebesar 10-13 persen.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas