Tribun

Stafsus Presiden Diaz Hendropriyono Kunjungi IPB University, Riset-Industri Harus Saling Menguatkan

Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono memuji hasil riset dari Kampus IPB dalam meningkatkan dan mengembangkan ketahanan pangan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Stafsus Presiden Diaz Hendropriyono Kunjungi IPB University, Riset-Industri Harus Saling Menguatkan
Istimewa
Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono saat silaturahim dengan Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, di Kampus IPB Dramaga, Bogor. Diaz Hendropriyono memuji hasil riset dari Kampus IPB dalam meningkatkan dan mengembangkan ketahanan pangan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropriyono mengatakan, bahwa inovasi merupakan keharusan untuk mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan di tanah air.

Hal itu disampaikan Diaz Hendropriyono saat diskusi dan silaturahim Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Diaz pun memuji hasil riset dari Kampus IPB dalam meningkatkan dan mengembangkan ketahanan pangan.

Terlebih, hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong terciptanya pemanfaatan ketahanan pangan.

Baca juga: Pakar IPB Ungkap Mengapa Pelabelan Galon BPA Bukan Langkah Sembarangan

"Luar biasa! Semua hasil riset yang ditunjukkan merupakan sebagian kecil dari puncak kontribusi IPB University dalam kaitan dengan peningkatan efisiensi, efektifitas, maupun berbagai terobosan terkait alternatif pangan," kata Diaz Hendropriyono, Jumat (9/9/2022).

"Ini telah sejalan dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo dan kita semua wajib untuk terus mendorong kebermanfaatannya secara luas di masyarakat. Riset dan Industri harus saling menguatkan," sambungnya.

Pada kesempatan tersebut, Diaz juga menyampaikan pentingnya inovasi terkait alternatif protein untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Sebagai pengganti protein hewan ternak sapi dan kambing, yang memerlukan lahan yang luas, air bersih dan daya dukung alam yang besar.

"Inovasi harus mampu menjawab tantangan misalnya, terkait luasan lahan yang semakin terbatas, air yang layak konsumsi yang hanya 3 persen dan semakin menyusut karena pencemaran, daya dukung bumi yang terus menurun," ujar Diaz.

"Dimana kita akan berladang, beternak dan tinggal, dengan berbagai keterbatasan tersebut, dan jumlah manusia yang semakin bertambah? Jangan sampai manusia berkompetisi dengan ternak, misalnya. Bagaimana dengan opsi pemanfaatan sumber protein alternatif lain, seperti crickets (jangkrik) atau algae (ganggang)?" paparnya.

Meresponse hal tersebut, Arif menegaskan bahwa Future Food adalah salah satu fokus riset di IPB University.

"Dan sebagaimana fokus dari berbagai riset yang lain, kami terus berkolaborasi dan meningkatkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, misalnya: BRIN. Tujuannya agar lebih jelas, siapa fokus di bidang apa. Sehingga tidak terjadi duplikasi riset," kata Arif.

Baca juga: Stafsus Presiden: Metaverse Membuka Ruang Menghidupkan Nilai Pancasila

Mendampingi rektor IPB, Prof Dr Yandra Arkeman juga menyampaikan mengenai peran teknologi digital maju (advance digital technology) di industri.

"Artificial Intelligence, Internet of Things dan Blockchain harus terus dikembangkan, dan BRAIN IPB University dengan dukungan Pak Diaz dan Pak Rektor, terus bergerak ke berbagai stakeholder untuk mendorong implementasinya," ungkap Yandra.

Arif dan Diaz meneruskan pembicaraan sambil berkeliling di Agribusiness and Technology Park IPB University, yang merupakan fasilitas IPB University untuk mengembangkan aplikasi riset di bidang pertanian, termasuk smart farming.

Pertemuan berlangsung lebih dari 2,5 jam, dan ditutup dengan menyantap buah segar hasil panen di lokasi yang sama.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas