Tribun

BBM Bersubsidi

Tolak Kenaikan Harga BBM, Said Iqbal: BLT dan Bansos Tak Bermanfaat di Tengah Penurunan Daya Beli

Presiden Partai Buruh sekaligus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan penolakan terhadap kenaikan harga BBM.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tolak Kenaikan Harga BBM, Said Iqbal: BLT dan Bansos Tak Bermanfaat di Tengah Penurunan Daya Beli
Mario Christian Sumampow
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan pemerintah harus memberikan jaminan sosial, dibanding memberikan bantuan sosial terkait kenaikan harga BBM. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Partai Buruh sekaligus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Said Iqbal, subsidi terhadap BBM harus tetap diberikan Pemerintah.

Said Iqbal menegaskan Pemerintah harus memberikan jaminan sosial, dibanding memberikan bantuan sosial.

"Partai buruh di negara manapun pro subsidi, pro jaminan sosial. Jadi bukan bantalan bantalan. Apa itu bantalan. Kok orang miskin dimain-mainkan seolah-seolah angka," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Jumat (9/9/2022).

Said Iqbal menilai masyarakat tidak memerlukan bantalan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM.

Baca juga: Lanjutkan Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, Buruh Ancam Geruduk Kantor Pemerintah Daerah

Pemerintah, kata Said Iqbal, seharusnya tidak jadi menaikan harga BBM dan meningkatkan upah.

"Kita enggak butuh bantalan, yang kita butuhkan tidak ada kenaikan BBM, upah dinaikkan dan jaminan sosial diberikan. Daya beli ditingkatkatkan," kata Said Iqbal.

Dalam kondisi menurunnya daya beli masyarakat, Said Iqbal menilai penyaluran BLT BBM tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Baca juga: Partai Koalisi dan Birokrat Diminta Bantu Jelaskan soal Kenaikan Harga BBM ke Masyarakat

"BLT dan bansos tidak ada manfaat ketika situasi daya beli sudah turun di 30 persen," kata Said Iqbal.

Seperti diketahui, Pemerintah resmi memberlakukan kenaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Harga terbaru BBM itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30.

Harga Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas