Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AHY: Rakyat Semakin Takut Karena Perlindungan Data Pribadi Masih Lemah

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut rakyat semakin takut akibat perlindungan data pribadi sangat lemah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Adi Suhendi
zoom-in AHY: Rakyat Semakin Takut Karena Perlindungan Data Pribadi Masih Lemah
Fersianus Waku
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan sambutan pada rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9/2022). AHY menyebut rakyat semakin takut akibat perlindungan data pribadi sangat lemah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut rakyat semakin takut akibat perlindungan data pribadi sangat lemah.

Hal tersebut diungkapkan AHY saat memberikan pidato di rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (16/9/2022).

"Rakyat semakin takut karena perlindungan terhadap data pribadi masih sangat lemah," kata AHY.

Selain itu, AHY mengungkap temuan lembaga survei Indikator Politik pada 2022 yang menyebut 62,9 persen masyarakat takut menyampaikan pendapat.

"Hasil jajak pendapat lembaga survei Indikator Politik pada bulan Februari 2022 menunjukkan bahwa 62,9 persen masyarakat kita takut untuk menyampaikan pendapatnya," ujarnya.

Baca juga: AHY Kritisi Pembangunan IKN Proyek Ambisius Pemerintah, Bikin Utang Negara Bengkak

AHY juga mengungkap temuan LP3S dan University of Amsterdam pada tahun 2021 soal pasukan siber atau buzzer yang menyerang Partai Demokrat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pasukan siber bayaran atau buzzer menyerang Partai Demokrat secara sistematis dan masif melancarkan fitnah untuk membelokan opini publik," ujarnya.

AHY lalu menyinggung instrumen hukum digunakan penguasa untuk menjerat pihak-pihak yang mengkritik.

Baca juga: Banggakan Pembangunan Era SBY, AHY Sindir Rezim Jokowi Hanya Gunting Pita Proyek SBY

"Kadang-kadang instrumen hukum digunakan untuk menjerat pihak-pihak yang kritis terhadap penguasa," ujarnya.

Ia menegaskan demokrasi tidak berjalan jika yang berbeda pendapat dianggap sebagai musuh.

"Apalagi menganggap mereka yang mengkritik pemerintah termasuk Partai Demokrat sebagai musuh negara," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas