Tribun

Pemilu 2024

Ketua Umum PDIP Megawati Usul Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu Tak Diubah

Megawati Soekarnoputri mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),  agar nomor urut partai di pemilu 2024 sama seperti pemilu 2019.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ketua Umum PDIP Megawati Usul Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu Tak Diubah
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Ketua Umum PDIP Megawati Usul Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu Tak Diubah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU),  agar nomor urut partai di pemilu 2024 sama seperti pemilu 2019.

Menurut Megawati, ia mengusulkan itu saat pelantikan Abdullah Azwar Anas sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) di Istana Negara.

Saat itu, Megawati mengaku kebetulan dirinya berjalan bersama dengan petinggi KPU, Bawaslu, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi dari pihak PDIP, kami mengusulkan kepada KPU untuk melihat kembali, karena ini mengikat dengan masalah perundangan, tapi pengalaman dua kali pemilu, sebenarnya yang namanya tanda gambar itu, nomer itu, sebenarnya saya katakan kepada bapak presiden dan ketua KPU dan Bawaslu, bahwa itu terlalu menjadi beban bagi partai. Kan secara teknis, itu kan harus ganti lagi dengan bendera atau alat peraga yang begitu banyak,” kata Megawati dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (17/9/2022).

Megawati menegaskan sebagai partai politik PDIP berhak mengusulkan itu kepada KPU.

Baca juga: PKB Sepakat Tidak Ada Perubahan Nomor Urut Parpol dalam Setiap Pemilu

“Saya tentu sebagai partai, saya bilang boleh saja dong mengusulkan, nanti kalau partai lain saya belum tahu, tapi ini prinsip," ujarnya.

Menurut Megawati, dirinya melihat KPU sangat bisa mengerti dan memahami keinginan itu.

Ia menyebut ketika pada pemilu 2019 mendapat nomor 3, maka pada pemilu 2024 juga akan mendapat nomor yang sama.

Sementara partai baru dan lolos verifikasi, kata Megawati, bisa mendapat nomor lain yang belum menjadi nomor parpol yang sudah pernah jadi peserta pemilu.

“Sehingga dengan demikian, suatu saat kedepannya nomor itu kepegang terus. Sehingga tentunya dari sisi pendidikan pembelajaran kepada rakyat, rakyat itu kan nantinya sudah pasti bertanya-tanya. Usulan ini kan kalau saya lihat ini prinsip sangat bisa dimengerti," ungkapnya.

Megawati menuturkan jika usul ini diterima dan diterapkan, akan membantu partai politik tak melakukan pemborosan. Karena alat peraga dan spanduk lama masih bisa digunakan.

“Belum tentu mau ya itu. Saya enggak tahu. Tapi dari sisi kami, kami merasa itu bahan yang tidak terpakai lagi. Karena gambarnya sama, nomornya yang berbeda,” imbuhnya.
 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas