Tribun

Badan Siber dan Sandi Negara Didesak Lebih Serius Antisipasi Serangan Siber

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini menegaskan Indonesia saat ini sedang darurat teknologi informasi. BSSN diminta bersiap.

Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Badan Siber dan Sandi Negara Didesak Lebih Serius Antisipasi Serangan Siber
Tribunnews/JEPRIMA
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk lebih serius menangani masalah kebocoran data dan serangan siber yang belakangan terjadi di Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk lebih serius menangani masalah kebocoran data dan serangan siber yang belakangan terjadi di Indonesia.

Terlebih Komisi I DPR RI sudah menyetujui pagu anggaran BSSN tahun 2023 sebesar Rp 624 miliar.

"Saya minta BSSN lebih serius lagi, lebih memperkuat lagi sistem keamanan siber kita. Apalagi sekarang penambahan pagu anggaran yang sudah disetujui DPR," kata pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu dalam keterangannya, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: BSSN dan FOKSI Edukasi Santri Bahaya dan Ancaman Serangan Siber

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini menegaskan Indonesia saat ini sedang darurat teknologi informasi. 

Di sisi lain situasi tersebut dinilainya sebagai momentum untuk mereformasi total sistem informasi agar tak mudah diobok-obok pihak tak bertanggungjawab.

"Saya tegaskan saat ini kita darurat teknologi informasi. Begitu mudahnya data-data kita diobok-obok hacker. Dan ini sekaligus jadi momentum untuk reformasi sistem teknologi kita," ujarnya.

Gus Muhaimin lantas mendorong BSSN untuk tak ragu merekrut tenaga profesional dan ahli IT sebanyak mungkin. 

Selain itu, peningkatan teknologi juga tak kalah penting untuk segera direalisasikan.

"BSSN jangan sungkan rekrut tenaga profesional yang ahli di bidang IT, lebih banyak lebih baik. Tapi juga penting upgrade juga teknologinya," tandasnya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas