Tribun

Pemilu 2024

Pelapor Tengarai Anies Sedang Lancarkan Politik Identitas Lewat Penyebaran Tabloid di Tempat Ibadah

Lewat tabloid dengan wajah Anies di sampul depan, Gubernur DKI dan pendukungnya disebut sebagai bentuk kampanye terselubung.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pelapor Tengarai Anies Sedang Lancarkan Politik Identitas Lewat Penyebaran Tabloid di Tempat Ibadah
Wartakotalive.com/Indri Fahra Febrina
Pelapor Tengarai Anies Sedang Lancarkan Politik Identitas Lewat Penyebaran Tabloid di Tempat Ibadah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Nasional Sipil Peduli Demokrasi (Kornas SPD) Miartiko Gea selaku pelapor menduga Anies Baswedan dan pendukungnya tengah melancarkan politik identitas melalui penyebaran Tabloid di tempat ibadah di Kota Malang, Jawa Timur.

Lewat tabloid dengan wajah Anies di sampul depan, Gubernur DKI dan pendukungnya disebut sebagai bentuk kampanye terselubung. Mengingat kata Miartiko, saat ini masa kampanye pemilu 2024 belum dimulai oleh KPU.

"Menjelang dimulainya tahapan Pemilu Presiden 2024, kami menyampaikan sikap menolak perilaku politik identitas yang ditengarai dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diduga menyebarkan tabloid yang menyerupai bentuk kampanye terselubung di tempat ibadah di kota Malang pada Kamis, 22 September 2022," kata Miartiko kepada wartawan, Rabu (28/9/2022).

Berkenaan dengan itu dan guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari, ia melaporkan dugaan tersebut ke Sentra Gakkumdu, Bawaslu RI, pada Selasa (27/9/2022).

Adapun dalam laporannya, ia turut menyertakan sejumlah bukti tabloid dalam bentuk fisik dan salinan digital, serta saksi-saksi yang diklaim mengetahui adanya penyebaran tabloid di tempat ibadah dan pasar di Kota Malang.

"Kami mengharapkan Bawaslu RI segera  memproses pelaporan kami sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku sebagaimana yang diatur dalam Perbawaslu 7 tahun 2018 tentang Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu," ungkap dia.

Terkait laporan ini, Bawaslu sendiri akan  lebih dulu mengecek laporan tersebut.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menyampaikan mereka akan mengecek apakah laporan tersebut telah memenuhi persyaratan formil dan materiil pelaporan, serta telah melengkapi alat bukti atau tidak.

Baca juga: Bawaslu Akan Kaji Dulu Laporan Soal Penyebaran Tabloid Anies di Malang

"Laporan pasti kita cek dulu apakah memenuhi syarat formil dan materil, kemudian kalau tidak memenuhi atau kurang alat bukti tentu akan ada perbaikan," kata Bagja kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Jika belum memenuhi persyaratan formil dan materiil, Bawaslu memberikan kesempatan bagi pelapor untuk melengkapinya.

Jika telah diperbaiki tetap tidak memenuhi dua persyaratan tersebut, maka Bawaslu tidak bisa melanjutkan laporan ke proses ajudikasi.

Sementara jika terpenuhi, maka proses akan berlanjut untuk melihat apakah masuk kategori pidana, administrasi atau kode etik.

"Kalau perbaikan itu kita periksa masih tetap tidak memenuhi syarat materil dan formil tentu kita tidak lanjutkan, kalau memenuhi kita lanjutkan ke dalam proses apakah pidana apakah administrasi apakah kode etik," ungkap dia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas