Tribun

Penjelasan Politisi PDIP Terkait Video Viral Puan Maharani Bagikan Kaos dengan Wajah Cemberut

Tidak ada sedikitpun senyum yang terpancar dari wajah Puan sehingga membuat sejumlah netizen banyak yang menyoroti

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Penjelasan Politisi PDIP Terkait Video Viral Puan Maharani Bagikan Kaos dengan Wajah Cemberut
Dok.Ist
Ketua DPR RI Puan Maharani saat mengunjungi Desa Haurngombong, Sumendang, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022)/Istimewa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah video memperlihatkan Ketua DPP PDI Perjuangan atau PDIP, Puan Maharani melempar dan wajah cemberut saat membagi-bagikan kaos kepada warga di tengah keramaian viral di media sosial.

Puan Maharani juga tampak memarahi pengawal pribadinya yang memegang kaos warna hitam tersebut untuk dibagikan.

Tidak ada sedikitpun senyum yang terpancar dari wajah Puan sehingga membuat sejumlah netizen banyak yang menyorotinya.

Menanggapi video yang viral tersebut, Ketua DPP PDIP Said Abdullah angkat bicara.

Ia mengatakan peristiwa itu terjadi belum lama ini di wilayah Jawa Barat.

Baca juga: Viral Video AHY Salami Pria Pakai Kaos Puan Maharani Saat Berkunjung ke Danau Toba

Puan Maharani sempat menyebut daerah Jawa Barat sebagai "kandang banteng".

Adapun raut wajah Puan Maharani yang cemberut  lantaran pengawal pribadinya yang tidak menjalankan tugasnya dengan benar.

Said menuturkan, seorang pengawal pribadi tidak membagikan kaos kepada warga.

Sebab, hal itu merupakan tugas elite parpol.

"Mbak Puan kaget, 'lho kok kamu yang megang kaos?' Mbak Puan itu nanya, bukan marah. 'Kok kamu yang pegang kaos? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas'," kata Said di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).

"Walpri (pengawal pribadi) kan enggak boleh bagi-bagi kaos. Ya dong. 'Kamu kenapa (megang kaos)?' Kaget Mbak Puan, gitu lho."

Said menambahkan, sambutan dari masyarakat juga di luar prediksi Puan Maharani dan tim.

"Mbak Puan itu sangat familiar, sangat humble kalau ketemu sama masyarakat," ujar Said.

"Kalau Mbak Puan itu tidak humble, seakan-akan mukanya Mbak Puan tidak merakyat, kemudian untuk apa kira-kira Mbak Puan turun ke bawah."

Puan Maharani selalu ingin turun ke bawah untuk mengetahui apa yang sesungguhnya diinginkan oleh masyarakat.

"Kita ini kalau mau berpikir sehat, apa iya turun ke masyarakat tiba-tiba marah-marah, muka ditekuk, apa iya? Kan sia-sia turun. Dan itu bukan tipikal Mbak Puan," ujar Said. (kompasTV/Tito Dirhantoro) 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas