Tribun

BRIN Luncurkan Buku 'The Jokowi-Prabowo Elections 2.0'

Buku yang dikerjakan sepanjang rentang tahun 2018 hingga 2019 ini punya konteks yang relevan dengan Pemilu 2024 mendatang.

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in BRIN Luncurkan Buku 'The Jokowi-Prabowo Elections 2.0'
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Foto tangkapan Layar./ Peluncuran buku The Jokowi-Prabowo Elections 2.0. Di auditorium PDDI, Kampus BRIN, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Pusat Riset Politik-BRIN bekerja sama dengan ISEAS melakukan peluncuran buku The Jokowi-Prabowo Elections 2.0 di auditorium PDDI, Kampus BRIN, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022).

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, Ahmad Najib Burhani mengatakan buku yang dikerjakan sepanjang rentang tahun 2018 hingga 2019 ini punya konteks yang relevan dengan Pemilu 2024 mendatang.

Meski buku ini lahir jelang Pemilu 2024, latar belakang dan dasar dari tulisan yang di dalam bukunya mengacu pada pengalaman dan hasil dari Pemilu 2019 lalu.

Baca juga: Isu Jokowi Jadi Cawapres Prabowo, PDIP: Pak Presiden Bukan Orang yang Gila Kekuasaan

Lebih lanjut, Ahmad juga mengatakan proses penulisan buku akademik ini dilakukan seobjektif mungkin dan tidak menunjukkan keberpihakan ke arah mana pun.

“Banyak yang bertanya, itu kenapa BRIN luncurkan buku, apa mau pasangkan Prabowo dengan Jokowi? Ada banyak WA (pesan WhatsApp) mempertanyakan ini konteksnya dengan isu yang sekarang ramai dibicarakan di luar,” ujar Ahmad dalam sambutannya.

“Meski konteks buku ini relevan dengan Pemilu 2024 tapi background dan dasar, tulisan yang ada di dalam buku adalah pada Pemilu 2019 lalu,” tambahnya.

Buku ini dirasa penting, jelas Ahmad, sebab mengulas ihwal politik daerah, dunia siber, hingga hal-hal yang berkaitan dengan konstitensi.

“Buku ini jadi sesuatu yang penting, melihat beberapa hal termasuk tentang politik yang ada di daerah, kemuian tentang dunia siber juga berikatan dengan konstituensi,” jelasnya.

Sehingga dia yakin buku ini bakal punya banyak sekali kemiripan dengan Pemilu 2024 mendatang.

Meski ia masih belum tahu, apakah di pemilu mendatangbakal jauh lebih parah atau tidak dalam konteks polarisasi.

“Yang saya kira akan banyak kemiripannya dengan yang terjadi pada 2024. Saya enggak tau lebih parah dalam konteks polarisasi atau mungkin lebih bagus pada saat yang akan datang,” ujar Ahmad.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas