Tribun

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Mahfud MD Sesalkan Kerusuhan di Laga Arema vs Persebaya: 'Keluarga Korban Koordinasi dengan Aparat'

Mahfud MD menyesalkan terjadinya kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan dan meminta keluarga korban berkoordinasi dengan aparat.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mahfud MD Sesalkan Kerusuhan di Laga Arema vs Persebaya: 'Keluarga Korban Koordinasi dengan Aparat'
SURYA/PURWANTO
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut menyusul kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. Mahfud MD menyesalkan terjadinya kerusuhan usai laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan dan meminta keluarga korban berkoordinasi dengan aparat. SURYA/PURWANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan telah berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta terkait tragedi kerusuhan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 127 orang.

Pemerintah, kata Mahfud, menyesalkan tragedi tersebut.

Baca juga: Kapolda Jatim: Korban Tewas di Stadion 34 Orang, Sisanya Meninggal di RS, 180 Lainnya Masih Dirawat

"Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik. Kepada keluarga korban kami menyampaikan belasungkawa," kata Mahfud ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (2/10/2022).

"Kami juga berharap agar keluarga korban bersabar dan terus berkoordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan. Pemda Kabupaten Malang akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban," sambung Mahfud.

Mahfud menjelaskan sejak sebelum pertandingan pihak aparat sebenarnya sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan menyampaikan usul-usul teknis di lapangan.

Usul tersebut, kata Mahfud, misalnya agar pertandingan dilaksanakan sore dan bukan malam hari serta jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38 ribu orang.

"Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh Panitia yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42 ribu," kata Mahfud.

Pemerintah telah melakukan perbaikan pelaksanaan pertandingan sepak bola dari ke waktu dan akan terus diperbaiki.

Tetapi olahraga yang menjadi kesukaan masyarakat luas ini kerap kali memancing para suporter untuk mengekspresikan emosi secara tiba-tiba.

Baca juga: Ada Tembakan Gas Air Mata di Kerusuhan Arema FC vs Persebaya, Polisi Buka Alasannya

Mahfud juga menegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan bukan bentrok antar suporter Persebaya dengan Arema.

Sebab pada pertandingan tersebut suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton sehingga suporter di lapangan hanya dari Arema.

"Oleh sebab itu para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak napas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter," kata Mahfud.

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan suporter terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas