Tribun

BBM Bersubsidi

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto: Saatnya Pemerintah Turunkan Harga BBM Bersubsidi

Anggota Komisi VII DPR RI fraksi PKS Mulyanto mendesak pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi.

Penulis: chaerul umam
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Anggota Komisi VII DPR Mulyanto: Saatnya Pemerintah Turunkan Harga BBM Bersubsidi
Andri/Man (dpr.go.id)
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendesak pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI fraksi PKS Mulyanto mendesak pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi.

Desakan tersebut menyikapi turunnya harga minyak mentah dunia.

Menurutnya pemerintah tidak boleh lagi menjual harga BBM subsidi dengan harga sekarang karena harga bahan baku produksinya sudah turun jauh di bawah nilai asumsi APBN yaitu sebesar USD 100 per barel.

Mulyanto mendesak pemerintah merevisi harga jual BBM bersubsidi secepatnya karena itu hak rakyat untuk mendapatkan BBM bersubsidi dengan murah.

"Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi seperti solar dan Pertalite. Karena harga minyak mentah dunia terus melorot jauh di bawah asumsi APBN sebesar USD 100 per barel," kata Mulyanto dalam keterangannya, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Pemerintah Tambah Kuota BBM Subsidi, Pengamat: Beri Dampak Positif ke Perekonomian

"Sejak bulan Juni 2022 harga minyak mentah dunia merosot tajam. Data Bloomberg per tanggal 28 September 2022 menunjukan harga minyak mentah dunia jenis Brent untuk kontrak pengiriman November 2022 turun 1,24 persen ke level USD 85,20 per barel," imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Mulyanto, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman November 2022 turun 1,24 persen ke level USD 77,53 per barel.

Itu sebabnya pada tanggal 1 September 2022 lalu, sebagian besar operator BBM swasta kompak menurunkan harga produknya. Tapi anehnya Pemerintah malah menaikan harga BBM bersubsidi.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Turunkan Tingkat Hunian Hotel dan Konsumsi Oleh-oleh

"Kemarin per 1 Oktober 2022, kembali secara kompak operator BBM swasta seperti Shell, VIVO, BP dan Pertamina menurunkan harga BBM-nya. Karena itu sudah seharusnya Pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi sekarang juga," ucapnya.

"Sebab aneh kalau Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi di tengah merosotnya harga minyak mentah dunia dan turunnya harga-harga BBM dari operator swasta," tandas Mulyanto.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas