Tribun

Bursa Capres

Pengamat: PSI Deklarasi Capres Merupakan Keputusan Sembrono

Ray Rangkuti menyebut pendeklarasian capres yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan keputusan paling sembrono.

Penulis: Mario Christian Sumampow
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pengamat: PSI Deklarasi Capres Merupakan Keputusan Sembrono
Mario Christian Sumampow
Ketua Lingkar Madani Ray Rangkuti, ditemui di kawasan Gedung Mahkamah Konsitusi, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Lingkar Madani Ray Rangkuti menyebut pendeklarasian calon presiden (capres) yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan keputusan paling sembrono.

"Kalau ada keputusan, langkah PSI yang sembrono, ini saya kira langkah PSI paling sembrono sepanjang tahun 2022 dengan tiba-tiba deklarasi," ujar Ray kepada Tribunnews, Rabu (5/10/2022). 

Ray juga melihat format deklarasi yang dilakukan oleh partai yang erat kaitannya dengan anak muda ini dilakukan hanya secara daring.

Padahal menurutnya proses pendeklarasian haruslah dengan perencanaan matang. Hal ini tentu guna menghasilkan buntut efek yang bagus. 

"Mestinya deklarasi capres dibuat dengan perencanaan yang matang, sehingga efeknya bagus, ini kan kayak dipaksain, dadakan," ujarnya. 

Lebih lanjut, Ray menjelaskan, deklarasi oleh PSI ini justru ditangkap oleh masyarakat hanya sebagai reaksi kepada Partai Nasional Demokrat (NasDem) di mana pada hari yang sama lebih dulu mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.

Ray juga mempertegas, langkah PSI ini justru menurunkan wibawa pemerintah yang saat ini tengah fokus mengurus tragedi Kanjuruhan.

"Akibatnya apa? Orang melihatnya dia (PSI) reaksi terhadap NasDem, dan lebih penting dari itu ya, menurunkan wibawa pemerintah, karena pemerintah sedang sibuk menangani kasus Kanjuruhan," kata Ray. 

Baca juga: Surya Paloh Deklarasi Anies Capres di Jakarta, Jokowi Ajak Ganjar Naik Mobil Presiden di Jateng

Diketahui, PSI mendeklarasikan pasangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid untuk maju dalam pilpres 2024 dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Senin (3/10/2022). 

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menilai pasangan Ganjar-Yenny merupakan cocok untuk memimpin Indonesia ke depan.

Grace menyebut keputusan tersebut diambil PSI berdasarkan hasil rembuk rakyat sejak beberapa waktu lalu.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas