Tribun

Kokain Seberat 1,2 Kilogram Disembunyikan di Perut Wanita WN Peru, Terungkap Lewat Observasi Medis

Kokain seberat 1,2 kilogram disembunyikan di dalam perut wanita berinisial EAM (39), warga negara Peru.

Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kokain Seberat 1,2 Kilogram Disembunyikan di Perut Wanita WN Peru, Terungkap Lewat Observasi Medis
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
Konferensi pers pengungkapan penyelundupan narkoba jenis kokain dengan modus swallow di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahmi Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Zaki Firmansyah menyebut pihaknya mengungkap penyelundupan kokain seberat 1,2 kilogram yang disembunyikan dalam perut wanita berinisial EAM (39), warga negara Peru.

Barang haram tersebut terdeteksi disembunyikan di dalam perut setelah petugas melakukan observasi medis.

Zaki menjelaskan, pengungkapan itu bermula ketika petugas Bea Cukai melakukan analisa terkait data intelijen narkotika dengan mempelajari pola perjalanan hingga mengenali profil EAM.

Setelah mencurigai yang bersangkutan membawa barang terlarang, kemudian pihak Bea Cukai melakukan proses wawancara dan proses-proses lainnya.

Baca juga: Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ungkap Penyelundupan Kokain di Bandara Soekarno Hatta

"Kami observasi secara medis kemudian kami melihat di dalam tubuh penumpang WN Peru nampak jelas hasil medisnya bahwa menyembunyikan barang terlarang tersebut," kata Zaki dalam konferensi pers di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Rabu (19/10/2022).

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa menyebut ada kenaikan angka pengguna narkoba di Indonesia.

Baca juga: Misteri Pemilik 43 Kg Kokain Tak Bertuan yang Ditemukan di Pesisir Pantai Wilayah Anambas Kepri

Mukti menjabarkan, angka kenaikan itu terjadi dalam kurun waktu 2019 hingga 2021 yakni sebesar 1,9 persen dari 1,8 persen.

"Adapun untuk resiko (pengguna narkoba) perempuan meningkat dari data BNN dimana 2019 0,2 persen pada 2021 jadi 1,21 persen," sebut Mukti.

"Hal ini yang kita khawatirkan bahwa kenaikan itu meningkat di wilayah Indonesia," katanya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas