Tribun

Gempa Bumi

BMKG: Gempa M 7,3 di Tonga Tak Berdampak ke Indonesia

BMKG mengungkapkan gempa berkekuatan M 7,3 yang terjadi di Tonga pada Jumat (11/11/2022) tidak berdampak terhadap wilayah Indonesia.

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in BMKG: Gempa M 7,3 di Tonga Tak Berdampak ke Indonesia
Shutterstock
BMKG mengungkapkan gempa berkekuatan M 7,3 yang terjadi di Tonga pada Jumat (11/11/2022) tidak berdampak terhadap wilayah Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengungkapkan gempa berkekuatan M 7,3 yang terjadi di Tonga tidak berdampak ke Indonesia.

Daryono menjelaskan menurut pemodelan tsunami dan analisis yang dilakukan BMKG, gempa di Tonga tidak mengakibatkan perubahan muka air laut di Indonesia.

Temuan BMKG ini memiliki kesamaan dengan informasi dari Pacific Tsunami Warning Center (PTWC).

Sehingga, dirinya mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap tenang dalam menyikapi gempa di Tonga tersebut.

"Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) memberikan informasi bahwa (gempa di Tonga) tidak menimbulkan perubahan muka air laut di sekitar pusat gempa bumi."

"Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemodelan tsunami dan analisis yang dilakukan oleh BMKG, gempa bumi tersebut tidak menimbulkan perubahan muka air laut dan tidak berdampak pada wilayah Indonesia. Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang," ujar Daryono dalam keterangan tertulis, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Gempa M 7,3 Guncang Tonga, Warga Iring-Iringan Naik Mobil Menuju Daratan yang Lebih Tinggi

Diketahui, gempabumi berskala M 7,3 mengguncang Tonga pada 23.48 malam waktu setempat.

Adapun gempa tersebut berpusat di 207 kilometer tenggara Kota Neiafu, Tonga.

Sementara gempa yang terjadi berada di kedalaman 24,8 kilometer di tenggara Neiafu berdasarkan United States Geological Survey (USGS).

Lalu, menurut Pacific Tsunami Warning Center (PTWC), peringatan tsunami pun dikeluarkan.

Gelombang tsunami pun dimungkinan terjadi pada jarak 300 kilometer dari pusat gempa di sepanjang pantai Niue dan Tonga.

Layanan meteorlogi Tonga pun telah memperingatkan kepada masyarakat untuk pergi ke daratan atau tempat yang lebih tinggi.

"Peringatan mendesak tsunami diwajibkan bagi seluruh warga Tonga lantaran gempa bumi yang kuat malam ini. Diimbau untuk pergi ke daratan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sebagai informasi, sebelumnya tsunami juga pernah terjadi pada Januari 2022 lalu akibat letusan gunung api Hunga Tonga Hunga Ha'apai.

Akibatnya, desa dan resort mengalami kerusakan serta menghancurkan telekomunikasi di negara Pasifik Selatan bagi sekitar 105 ribu orang.

Setidaknya tiga korban meninggal dunia akibat tsunami tersebut.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Artikel lain terkait Gempa Bumi

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas