Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenag: 21 Masjid Alami Kerusakan Akibat Gempa Cianjur

Kementerian Agama menyiapkan bantuan untuk perbaikan Kantor Urusan Agama dan rumah ibadah yang rusak akibat gempa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kemenag: 21 Masjid Alami Kerusakan Akibat Gempa Cianjur
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI
Warga menyaksikan Masjid Al-Firdaus yang temboknya retak-retak dan sebagian ambruk di Jalan Raya Cugenang, Desa/Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Kecamatan Cugenang salah satu wilayah yang sangat parah terdampak gempa berkekuatan 5.6 magnitudo yang terjadi pada Senin, 21 November 2022 sekitar pukul 13.21 WIB. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan bantuan untuk perbaikan Kantor Urusan Agama dan rumah ibadah yang rusak akibat gempa

Plt. Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Adib mengungkapkan 21 Masjid mengalami kerusakan.

"Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Misalnya ada 21 masjid dan lima gedung KUA yang rusak. Dari lima gedung itu, tiga KUA rusak ringan dan dua KUA rusak berat," ujar Adib melalui keterangan tertulis, Rabu (23/11/2022).

Adib mengatakan Kemenag akan membangun kembali KUA yang rusak parah dan merenovasi KUA yang rusak sedang.

Baca juga: Jokowi Ditelepon Presiden Uni Emirat Arab: Siap Bantu Penanganan Korban Gempa Cianjur

Pihaknya juga akan memberikan bantuan bagi masjid yang mengalami kerusakan akibat gempa.

"Jumlahnya nanti kita lihat sesuai kemampuan anggaran. Sepulang dari sini kita akan segera melakukan rapat dan memutuskan langkah terbaik secepatnya," ucap Adib.

Rekomendasi Untuk Anda

Dirinya mengungkapkan layanan KUA secara bertahap akan mulai dilaksanakan.

"Kita sedang mencari lahan sementara untuk disewa agar layanan bisa segera dilakukan. Karena masih tahap evakuasi. Kita juga akan memberikan dukungan alat pengolah data untuk layanan KUA," pungkas Adib.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 5,6 SR yang terjadi pada Senin (21/11), berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum dan rumah warga.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas