Tribun

Polisi Tembak Polisi

Ketua RT Ungkap Baru Tahu Kasus Kematian Brigadir J Tiga Hari Seusai Kejadian Penembakan

Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga Seno Soekarto baru tahu kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J tiga hari seusai kejadian.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Ketua RT Ungkap Baru Tahu Kasus Kematian Brigadir J Tiga Hari Seusai Kejadian Penembakan
Capture Kompas Tv
Foto Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) semasa hidup. Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga Jakarta Selatan, Seno Soekarto mengungkap baru tahu kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J tiga hari seusai kejadian penembakan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga Jakarta Selatan, Seno Soekarto mengungkap baru tahu kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J tiga hari seusai kejadian penembakan.

Diketahui, kejadian penembakan Brigadir J terjadi pada 8 Juli 2022.

Namun, dia baru tahu ada kasus penembakan Brigadir J karena ramai pemberitaan awak media pada 11 Juli 2022.

"Pada hari Senin (11 Juli 2022), setelah saya mengetahui bahwa ada penembakan yang terjadi di Komplek Polri Duren Tiga melalui berita dari media. Saya menghubungi satpam yang melaksanakan piket di 8 Juli 2022," kata Seno seperti BAP yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2022).

Seno mengungkapkan satpam yang melaksanakan piket pada 8-9 Juli 2022 merupakan Marzuki dan Jafar.

Lalu, Seno pun menanyakan soal CCTV yang berada di dekat lokasi kejadian.

Menurut Seno, kedua satpam yang bertugas lalu menyatakan bahwa CCTV telah diganti oleh orang yang tidak kenal pada 9 Juli 2022.

Lalu, keduanya pun diminta menghadap ke rumahnya.

"Marzuki dan Jafar datang ke tempat tinggal saya dan menjelaskan bahwa pada tanggal 9 Juli 2022 ada sekitar 3 sampai 5 orang yang datang mengaku sebagai anggota polisi ke pengamanan Kompelk Polri Duren Tiga namun tidak memberikan tahukan dimana petugas dan tidak memberikan nama lalu mereka mengganti DVR CCTV yang ada dengan yang baru," ungkapnya.

Lebih lanjut, Seno menuturkan bahwa pergantian CCTV dilakukan tanpa persetujuan Ketua RT.

Sebab, dia baru mengetahui adanya pergantian CCTV maupun kejadian penembakan tiga hari setelahnya.

"Dapat saya jelaskan pergantian DVR CCTV dilakukan tanpa seizin dari saya selaku Ketua RT saya baru tau mengenai pergantian DVR CCTV Komplek Polri Duren Tiga pada tanggal 11 juli 2022," tukasnya.

Baca juga: Hendra Kurniawan Tersenyum Soal Kabareskrim di Kasus Tambang Ilegal: Kan Faktanya Begitu

Sebagai informasi, Jaksa penuntut umum (JPU) kembali memanggil Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga Jakarta Selatan, Seno Soekarto dalam sidang kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Yoshua, Kamis (24/11/2022).

Namun, Seno kembali urung hadir di persidangan untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas