Tribun

Pergantian Panglima TNI

Alasan Jokowi Tunjuk KSAL Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Rotasi Matra Jadi Pertimbangan

Mensesneg ungkap salah satu alasan Jokowi memilih KSAL Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI.

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Nanda Lusiana Saputri
zoom-in Alasan Jokowi Tunjuk KSAL Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI, Rotasi Matra Jadi Pertimbangan
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat berada di atas KRI Dewa Ruci yang sedang berlayar di perairan Kepulauan Seribu, Jumat (2/9/2022). Mensesneg ungkap salah satu alasan Jokowi memilih KSAL Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI. 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono resmi menjadi calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Hal ini sesuai Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan Joko Widodo (Jokowi) ke DPR RI, Senin (28/11/2022).

"Nama yang diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa SE.MA.Msc adalah Laksamana TNI Yudo Margono SE.MM, Kepala Staf Angkatan Laut atau KSAL yang menjabat saat ini," ungkap Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Terkait pemilihan Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Pratikno, membeberkan alasannya.

Menurut Pratikno, alasan Jokowi menunjuk Yudo Margono jadi calon Panglima TNI agar terjadi rotasi matra.

“Ya bisa jadi salah satu pertimbangannya. Saya kira itu salah satu pertimbangannya,” ungkap Pratikno ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Harta Kekayaan KSAL Yudo Margono, Calon Tunggal Panglima TNI, Capai Rp17,9 Miliar

Kendati demikian, Pratikno menilai sosok Yudo Margono sudah memenuhi kriteria sebagai calon Panglima TNI.

Satu diantaranya merujuk Undang-undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentan TNI.

Dalam UU tersebut, syarat menjadi Panglima TNI adalah sedang menduduki atau pernah menjabat sebagai kepala staf angkatan.

“Kalau semua (kriteria) kan sudah memenuhi syarat semuanya,” ujar Pratikno.

“Dalam hal ini Pak Presiden memilih calon dari KSAL. Itu saja,” tuturnya.

Dengan dipilihnya Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI, ini berarti ia akan segera menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dengan Komisi I DPR RI.

Sebelumnya, Yudo Margono sudah menyatakan kesiapannya jika ditunjuk menjadi calon Panglima TNI.

Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Lebak, Banten.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas