Tribun

Polisi Tembak Polisi

Brigadir J Tidur di Mobil dari Magelang, Bharada E Sebut Ricky Rizal Cerita Ingin Tabrakkan Mobilnya

terdakwa Ricky Rizal sempat ingin menabrakkan mobil yang ia kendarai dari Magelang, Jawa Tengah ke Jakarta.

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Brigadir J Tidur di Mobil dari Magelang, Bharada E Sebut Ricky Rizal Cerita Ingin Tabrakkan Mobilnya
Wartakota/Yulianto
Brigadir J (kiri), dan Bripka Ricky Rizal (kanan). Brigadir J Tidur di Mobil dari Magelang, Bharada E Sebut Ricky Rizal Cerita Ingin Tabrakkan Mobilnya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E mengungkapkan fakta baru di dalam persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Ternyata, terdakwa Ricky Rizal sempat ingin menabrakkan mobil yang ia kendarai dari Magelang, Jawa Tengah ke Jakarta.

Diketahui, saat mereka pulang dari Magelang ke Jakarta, rombongan dibagi dua mobil. 

Bripka RR dan Yosua berada di mobil terpisah dengan kendaraan Putri Candrawathi, Bharada E, Kuat Ma'ruf, dan asisten rumah tangga, Susi.

Cerita itu terungkap saat Bharada E menjelaskan dirinya, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal sering dipanggil Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi usai Yosua tewas. 

Dalam hal itu, ada satu momen ketika Ricky Rizal bercerita jika sempat ingin menabrakkan mobil tersebut.

"Sempat di lantai itu, Ricky sempat ngobrol ke saya blak-blakan 'Chard sebenarnya saya rencana mau nabrakin mobil sampai Magelang ke Jakarta, pengin nabrakin mobil karena almarhum (duduk) di sebelah kiri. Almarhum itu kan tidur. Jadi dia cerita ke saya pengin nabrakin mobil di sebelah sisi kiri," kata Richard saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Bharada E pun berpikir bahwa rencana untuk membunuh Yosua sudah direncanakan sejak di Magelang.

"Saya berpikir, dalam pikiran saya, (masalah) ini berarti sudah ada di Magelang," ucapnya.

Lalu, Majelis Hakim pun memastikan keterangan Bharada E itu apakah yang dia ucapkan benar sesuai fakta atau tidak.

"Bisa ditanggung jawabkan?," tanya majelis hakim.

"Bisa, Yang Mulia. Siap saya sudah disumpah," jawab Richard.

Diberitakan, Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir Yoshua menjadi korban pembunuhan berencana yang diotaki Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

Brigadir Yoshua tewas setelah dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dalam perkara ini Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuwat Maruf dan Bharada Richard Eliezer alias Bharada didakwa melakukan pembunuhan berencana.

Kelima terdakwa didakwa melanggar pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Baca juga: Bharada E Ungkap Perseteruan Brigadir J dengan Kuat Maruf

Tak hanya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, khusus untuk Ferdy Sambo juga turut dijerat dalam kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice bersama Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widianto, Arif Rahman Arifin, dan Baiquni Wibowo.

Para terdakwa disebut merusak atau menghilangkan barang bukti termasuk rekaman CCTV Komplek Polri, Duren Tiga.

Dalam dugaan kasus obstruction of justice tersebut mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsidair Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau dakwaan kedua pasal 233 KUHP subsidair Pasal 221 ayat (1) ke 2 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas