Tribun

Polisi Tembak Polisi

Sempat Bisik-bisik dengan Putri Candrawathi di Magelang, Kuat Ma'ruf: Itu Ibu Suaranya Pelan

Terdakwa Kuat Ma'ruf memberikan tanggapan soal dirinya disebut berbisik dengan Putri Candrawathi saat berada di Magelang, Jawa Tengah.

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Sempat Bisik-bisik dengan Putri Candrawathi di Magelang, Kuat Ma'ruf: Itu Ibu Suaranya Pelan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Putri Candrawathi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta. Dalam sidang ini, Kuat Ma'ruf memberikan tanggapan soal dirinya disebut berbisik dengan Putri Candrawathi saat berada di Magelang, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa Kuat Ma'ruf memberikan tanggapan soal dirinya disebut berbisik dengan Putri Candrawathi saat berada di Magelang, Jawa Tengah.

Diketahui, aksi berbisik itu dilakukan oleh Kuat dan Putri sebelum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat mencoba membopong Putri.

"Soal bisik-bisik. Bisik-bisik. Karena pada saat itu, Ibu ngomongnya pelan, saya tidak kedengaran makanya saya maju," ujar Kuat saat beri tanggapan ketika sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

"Bisik-bisik dimana?" tanya hakim.

"Waktu di Magelang," timpal Kuat.

"Oh di Magelang? Yang dia lihat seperti bisik-bisik, tapi saudara menganggap ibu ngomong nya pelan, jadi tidak dengar, oke. Yang lain?" tanggap Hakim bertanya kembali.

Baca juga: Bisik-Bisik Ferdy Sambo ke Putri Candrawathi: Iya, Nanti Pakai Sarung Tangan

Selain itu, Kuat juga menyangkal soal tas di Duren Tiga hingga soal detik-detik penembakan Yosua.

Menurutnya, saat itu Ferdy Sambo sempat memarahi Yosua sebelum akhirnya ditembak dan tewas di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Yang kedua soal tas yang di duren tiga. Soalnya/waktu itu saya yakin banget kalau tas itu ada di mobil. Terus yang ketiga soal penembakan di Duren Tiga. Kami merasa mendengar, bapak sempat memarahi Yosua," ungkap Kuat.

Diketahui jika dalam perkara ini, Bharada E sempat mengaku kalau dia langsung menembak Brigadir J setelah diperintahkan Ferdy Sambo saat di rumah dinas Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Saudara sempat melihat, apa, bahwa saudara Ferdy sempat memarahi Yosua, terus?" tanya hakim.

"Setelah itu baru ada penembakan," ujar Kuat.

"Oke, nanti saudara diberi waktu sendiri untuk menjelaskan ya," tutup Hakim.

Baca juga: Putri Candrawathi Suruh Ajudan Bersihkan Barang Brigadir J Untuk Hilangkan Sidik Jari Ferdy Sambo

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas