Tribun

Bupati Tangerang Beberkan Konsep Integrasi Lingkungan dan Ekonomi di ASEAN Mayors Forum

Dalam Forum Gubernur dan Walikota se-ASEAN, Ahmed Zaki menjelaskan bagaimana mengelola kawasan pesisir yang punya banyak masalah, terutama soal urban.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Bupati Tangerang Beberkan Konsep Integrasi Lingkungan dan Ekonomi di ASEAN Mayors Forum
Istimewa
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar pada ASEAN Mayors Forum (AMF) 2022 yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja. Dalam forum ini, Ahmed Zaki menjelaskan bagaimana mengelola kawasan pesisir yang punya banyak masalah, terutama soal urban. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjadi pembicara dalam ASEAN Mayors Forum (AMF) 2022 atau Forum Gubernur dan Walikota se-ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja.

Dalam kesempatan itu, Ahmed Zaki menjelaskan bagaimana mengelola kawasan pesisir yang punya banyak masalah, terutama soal urban.

"Menyulap kawasan pesisir menjadi kawasan yang sehat dan masyarakatnya berdaya sungguh menjadi tantangan tersendiri. Yang diperhatikan adalah manusianya. Menciptakan simbiose yang sehat dengan pesisir," kata Zaki dalam keterangan resmi, Minggu (4/12/2022).

Ahmed Zaki membeberkan pengalamannya menata kawasan kawasan pesisir desa Ketapang, Mauk, Tangerang yang berhasil dijadikan lokasi percontohan nasional dan internasional saat Forum PEMSEA Network of Local Government (PNLG) Forum 2022, Oktober lalu.

Baca juga: Sinergi KKP dan DPD RI Bangun Perikanan Budidaya di Kabupaten Pesisir Selatan

Menurutnya dalam peningkatan dan pengelolaan kawasan pesisir ini perlu dilakukan secara beriringan, artinya bukan hanya pembangunan infrastrukturnya saja namun juga ekonomi serta lingkungan.

"Konsep pembangunan ini adalah yang terintegrasi antara ekonomi, infrastruktur dan lingkungan yang dibutuhkan untuk menopang perkembangan urbanisasi," tutur Ahmed Zaki.

Tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan hal itu antara lain pemukiman kumuh, sampah, masyarakat miskin, laju urbanisasi yang tinggi, abrasi, banjir rob hingga penurunan habitat mangrove.

Sejumlah program pun dijalankan untuk mengatasi hal itu, salah satunya melalui Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan).

Di Kawasan Ketapang, ada juga ruang untuk pembudidayaan ikan dan udang, penyediaan tempat pelelangan ikan pelabuhan serta konservasi mangrove.

Pihaknya juga meningkatkan pelayanan setempat, seperti pembangunan pasar tradisional, kantor kecamatan, puskesmas hingga stadion mini.

"Kita juga meningkatkan sanitasi di sekolah-sekolah, salah satunya adalah menempatkan seluruh WC di gerbang masuk sekolah. Tujuannya agar komunitas bersama-sama mengawasi dan memelihara sanitasi. Dengan begitu ada tanggung jawab moral untuk konsisten mereka merawatnya," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menjalankan program Kurasaki (Kurangi Sampah Sekolah Kita), yaitu upaya dalam mengurangi volume sampah di sekolah dengan membiasakan siswa membawa bekal makan dari rumah dan meniadakan tempat sampah.

Hal itu merupakan sejumlah upaya Kabupaten Tangerang dalam menciptakan kawasan pesisir yang modern.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas