Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta Berjalan Khidmat

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, para petugas keamanan telah berjaga di depan gerbang pintu masuk halaman Gereja Katedral.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta Berjalan Khidmat
Tribunnews.com/Ibriza
Misa Natal atau Misa Pontifikal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat berjalan khidmat, Minggu (25/12/2022). 

Laporan wartawan Tribunnews, Ibriza Fasti Ifhami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Misa Natal atau Misa Pontifikal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, berjalan khidmat, pada Minggu (25/12/2022).

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, para petugas keamanan telah berjaga di depan gerbang pintu masuk halaman Gereja Katedral.

Kemudian di bagian halaman Gereja Katedral, di bawah naungan tenda yang disediakan pihak panitia, tampak ratusan jemaat mengikuti jalannya Misa Natal.

Selanjutnya, bergeser ke bagian dalam, terlihat juga ratusan jemaat yang dengan khidmat melakukan doa.

Misa Natal dipimpin oleh Pemimpin Misa Kardinal Ignatius Suharyo.

Dalam khotbahnya Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan, banyak pemberitaan yang mengabarkan terkait tingginya perdagangan manusia yang terjadi Indonesia.

Baca juga: Hari Natal 2022, Jokowi: Semoga Kedamaian, Kebahagiaan, dan Cinta Kasih Memayungi Langkah Kita

Rekomendasi Untuk Anda

"Beberapa waktu yang lalu perdagangan manusia di Indonesia begitu tinggi. Sementara kita tahu bahwa perdagangan manusia adalah salah satu dari kejahatan perdagangan yang paling besar bersama dengan perdagangan narkoba," kata Kardinal Ignatius Suharyo, dalam khotbah Misa Pontifikal, di Gereja Katedral, Minggu (25/12/2022).

Menyebutkan hal tersebut, Pimpinan Misa mengingatkan kepada para jamaat untuk sadar akan realitas yang ada.

"Sadarkah kita akan realitas ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Kardinal Ignatius Suharyo juga menyampaikan perihal sampah makanan di Indonesia.

"Bahwa setiap tahun sampah makanan Indonesia. Artinya makanan yang dibuang. Kalau dihitung dengan rupiah jumlahnya Rp 330 Triliun," katanya Pimpinan Misa.

Terkait hal itu, ia mengingatkan juga kepada para jamaat yang hadir untuk peduli akan hal itu.

"Pedulikah kita dengan hal itu?," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas