Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jadi Tradisi Imlek, Begini Sejarah dan Makna Angpau

Pemberian angpau merupakan salah satu tradisi perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Begini sejarah dan makna dari angpau.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Jadi Tradisi Imlek, Begini Sejarah dan Makna Angpau
Coins.ph
Ilustrasi amplop merah untuk angpau perayaan Imlek - Pemberian angpau merupakan salah satu tradisi perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Begini sejarah dan makna dari angpau. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemberian amplop merah atau angpau merupakan salah satu tradisi perayaan Tahun Baru China atau Imlek.

Amplop merah disebut juga hongbao dalam bahasa Mandarin, lai see dalam bahasa Kanton, dan ang pow dalam bahasa Hokkien.

Di Indonesia, kita biasa menyebutnya Angpau.

Kata angpau berasal dari dua suku kata, yaitu ang yang berarti merah dan pao yang bermakna amplop, sehingga angpau bisa dimaknai dengan amplop merah.

Warna merah melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan dalam budaya Tionghoa, dikutip dari Chinahighlights.

Membungkus uang keberuntungan dalam amplop merah diharapkan dapat memberikan lebih banyak kebahagiaan dan berkah bagi penerimanya.

Baca juga: Ciri Khas Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia: Ada Kue Keranjang, Angpau Hingga Barongsai

Umumnya, pada malam Tahun Baru China atau Imlek, anak-anak dan cucu-cucu yang masih kecil memberikan ucapan selamat kepada orang tua dan kakek nenek mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai imbalannya, kakek nenek dan orang tua menghadiahkan anak dan cucu mereka amplop merah dengan uang, semoga mereka beruntung di tahun baru.

Orang tua dan kakek nenek juga menerima amplop merah yang diberikan oleh anak/cucu mereka yang sudah dewasa sebagai cara untuk mengirimkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kesehatan kepada mereka.

Sejarah Angpau

Kebiasaan memberi amplop merah berasal dari beberapa cerita tertua di Tahun Baru Imlek.

Menurut legenda, ada iblis bernama Sui yang keluar untuk menakuti anak-anak saat mereka sedang tidur.

Untuk menjaga agar anak-anak tidak disakiti oleh Sui, orang tua akan menyalakan lilin dan begadang sepanjang malam Tahun Baru Imlek.

Ilustrasi amplop merah untuk angpau perayaan Imlek.
Ilustrasi amplop merah untuk angpau perayaan Imlek. (Coins.ph)

Baca juga: Makanan Khas Tahun Baru China atau Imlek: Kue Keranjang hingga Dumpling

Pada suatu Malam Tahun Baru, seorang anak diberi delapan koin untuk dimainkan agar dia tetap terjaga.

Anak itu membungkus koin-koin itu dengan kertas merah, membuka bungkusan itu, membungkusnya kembali, dan membukanya kembali sampai dia terlalu lelah untuk melanjutkan, dan tertidur.

Kemudian orang tuanya meletakkan bungkusan berisi delapan koin di bawah bantalnya.

Ketika Sui mencoba menyentuh kepalanya, delapan koin itu memancarkan cahaya yang kuat dan menakuti iblis itu.

Delapan koin itu ternyata adalah delapan peri.

Sejak saat itu, pemberian amplop merah menjadi cara untuk menjaga keamanan anak dan membawa keberuntungan.

Cara Memberikan Angpau

Mengutip Indonesiabaik, berikut adalah cara memberikan angpau:

1. Amplop Angpau Harus Berwarna Merah

Amplop yang digunakan untuk memberi angpao haruslah merah dan terdapat nuansa merah.

Angpau berwarna merah ini menjadi lambang keberkahan dan keberuntungan bagi siapa yang menerima maupun memberikannya.

2. Tidak Boleh Diisi dengan Angka 4

Dalam tradisi Tionghoa, angka 4 menjadi angka yang dihindari.

Sebab, dalam bahasa Mandarin, angka 4 memiliki pelafalan yang sama dengan kata 'mati'.

3. Tidak Boleh Diisi Nomor Ganjil

Selain melarang angka 4, amplop angpau juga tidak boleh diisi dengan bilangan ganjil.

4. Tidak Boleh Dititipkan

Menurut tradisi, angpao harus diberikan langsung kepada penerima.

Pemberian angpau tidak diperbolehkan dengan perwakilan.

Jadi angpau tidak boleh dititipkan.

(Tribunnews.com, Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas