Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat Indonesia Dipuji Para Dubes Negara Sahabat

Sejumlah duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat menyampaikan pujian terhadap Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Saat Indonesia Dipuji Para Dubes Negara Sahabat
Humas Setkab/Rahmat
Presiden Jokowi berfoto bersama dengan Olivier Zehnder, Duta Besar LBBP Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia, di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/02/2023) 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menerima surat kepercayaan dari 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara-negara sahabat di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (20/2/2023).

Dalam kesempatan itu, sejumlah dubes menyampaikan pandangannya soal peran Indonesia di kancah global.

Selain itu, mereka juga mengutarakan keinginan mereka untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama bilateral antara negaranya dengan Indonesia di berbagai bidang.

Mengutip laman Presiden RI, berikut adalah pandangan dari sejumlah dubes:

1. Olivier Zehnder, Duta Besar LBBP Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia

Olivier Zehnder menilai Indonesia merupakan salah satu negara yang berperan sebagai pemain utama dalam bidang politik dan ekonomi dunia.

Jokowi bersama dubes
Presiden Jokowi berfoto bersama dengan Olivier Zehnder, Duta Besar LBBP Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia, di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/02/2023)

Hal tersebut bisa dilihat dari perannya sebagai Presiden G20 pada tahun lalu serta Ketua ASEAN pada 2023.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami memiliki lebih dari 70 tahun hubungan diplomatik, 50 tahun kerja sama ekonomi, kami sekarang menerapkan perjanjian perdagangan bebas kami antara Swiss dan Indonesia dan implementasinya sangat menjanjikan," ujar Olivier.

"Saya pikir tujuan utama saya sebagai duta besar di Indonesia adalah untuk membangun kerangka yang kuat ini dan untuk menunjukkan, menggarisbawahi sekali lagi, bahwa Swiss adalah mitra yang inovatif, andal, dan pragmatis, dan kalau boleh saya simpulkan: Indonesia dan Swiss bersama kita bisa," lanjutnya.

2. Abdulmonem Annan, Duta Besar LBBP Republik Arab Suriah untuk Republik Indonesia

Dubes Arab Suriah menilai kepemimpinan Indonesia di dunia membuat Indonesia saat ini memiliki posisi di antara negara-negara kuat.

Ia menyebut Indonesia sebagai yang menarik dari segi visi politik dan rasionalitas tinggi yang dimiliki para pemimpin.

Menurut Annan, hal itulah yang membuat Indonesia masuk sebagai satu diantara negara terkuat di dunia.

"Saya suka Indonesia sebagai bangsa dan sebagai pemerintah. Yang sangat menarik bagi saya adalah visi politik dan rasionalitas tinggi yang dimiliki kepemimpinannya sehingga membawa Indonesia ke posisinya saat ini di antara negara-negara paling kuat di dunia."

"Kita harapkan dan semoga Indonesia terus meningkat menjadi lima besar dunia, insyaallah," ujar Annan.

3. Jayanath Siri Kumara, Duta Besar LBBP Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia

Jayanath menyebut, Indonesia dan Sri Lanka telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1952 dan pada tahun 1955 bersama-sama mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung.

Dari hal tersebut, Jayanath pun berharap lewat hubungan Indonesia dan Sri Lanka, kedua negara ini bisa mengembangkan hubungan dengan seluruh negara di dunia.

"Kami memiliki tradisi besar untuk bekerja sama dan pada abad ke-21 ini adalah dua negara yang sangat penting dan strategis dalam perdagangan laut, di Samudera Hindia serta Pasifik Barat."

"Jadi saya berharap kita dapat mengembangkan konektivitas kerja tidak hanya untuk kedua negara kita tetapi juga untuk seluruh dunia," ungkapnya.

4. Stella Bezirtzoglou, Duta Besar LBBP Republik Yunani untuk Republik Indonesia

Stella menilai Indonesia dan Yunani memiliki banyak kesamaan.

Antara lain kedua negara merupakan negara yang damai dan stabil di kawasan, serta keduanya memiliki ribuan pulau.

"Pertama-tama kami ingin memperkuat hubungan politik kami. Tahun ini kita merayakan 25 tahun berfungsinya Kedutaan Besar Yunani di Jakarta dan juga 30 tahun berfungsinya KBRI Athena."

"Juga kami akan memperkuat hubungan kami melalui perdagangan dan kami berharap pelabuhan kami akan menjadi titik bagi Indonesia untuk mengekspor produknya di Uni Eropa dan di Eropa," ungkap Dubes Stella.

Baca juga: Seloroh Jokowi: Tidak Ingin Absen Capres dan Cawapres yang Hadir di Forum Ekonomi

Mengutip laman Sekretariat Kabinet, berikut adalah kesebelas duta besar negara sahabat yang diterima oleh Presiden yaitu:

1. Erick Rahmat Moertabat, Duta Besar LBBP Republik Suriname untuk Republik Indonesia;

2. Olivier Marc Zehnder, Duta Besar LBBP Konfederasi Swiss untuk Republik Indonesia;

3. Zakarya Muhammad Mustafa El-Moghrabi, Duta Besar LBBP Negara Libya untuk Republik Indonesia;

4. Lee Sang-deok, Duta Besar LBBP Republik Korea untuk Republik Indonesia;

5. Stella Bezirtzoglou, Duta Besar LBBP Republik Yunani untuk Republik Indonesia;

6. Mohamad Ahmed Salim Al-Shanfari, Duta Besar LBBP Kesultanan Oman untuk Republik Indonesia;

7. Yassir Mohamed Ali Mohamed, Duta Besar LBBP Republik Sudan untuk Republik Indonesia;

8. Jayanath Siri Kumara Colombage, Duta Besar LBBP Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia;

9. Faisal Abdulah H. Amodi, Duta Besar LBBP Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia;

10. Abdulmonem Annan, Duta Besar LBBP Republik Arab Suriah untuk Republik Indonesia; dan

11. Mpetjane Kgaogelo Lekgoro, Duta Besar LBBP Republik Afrika Selatan untuk Republik Indonesia.

(Tribunnews.com, Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas