Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akibat Keluarga Rafael Suka Pamer Harta, Sri Mulyani Minta Pegawai Pajak Lebih Berempati dan Bijak

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta para pegawai pajak agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial lantaran sedang sensitif.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Linda Nur Dewi R
zoom-in Akibat Keluarga Rafael Suka Pamer Harta, Sri Mulyani Minta Pegawai Pajak Lebih Berempati dan Bijak
Instagram @smindrawati
Kolase foto Rafael Alun dan Menteri Keuangan Sri Mulyani- Buntut kasus keluarga Rafael Alun suka pamer harta jadi sorotan, Sri Mulyani minta para pegawai pajak bijak dalam bermedia sosial dan lebih empati. 

TRIBUNNEWS.COM – Kasus penganiayaan yang dilakukan anak pejabat pajak, Mario Dandy kini berbuntut panjang.

Korban dari Mario Dandy, David Ozora masih tak sadarkan diri lantaran dianiaya dan mengalami luka berat.

Kasus tersebut menyebabkan ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo dicopot dari jabatannya.

Tak berhenti sampai di situ, gaya hidup istri dan anak Rafael juga menjadi sorotan lantaran seringkali memamerkan hartanya di media sosial.

Di media sosial, Mario Dandy ternyata sering memamerkan berbagai motor dan mobil mewah milik ayahnya.

Sedangkan istri Rafael Dandy terlihat sering memamerkan tas mewahnya.

Baca juga: Setelah Mualaf, David Ternyata Kagumi Gus Dur hingga Datangi Makam Sang Mantan Presiden Diam-diam

Rafael Alun kemudian meminta maaf atas apa yang telah dilakukan sang anak hingga hartanya siap diperiksa.

Rekomendasi Untuk Anda

Rupanya hal ini juga berimbas kepada para pejabat pajak dan pegawai Kementerian Keuangan lainnya ikut was-was.

Pasalnya, para pegawai pajak yang bekerja secara baik dan jujur juga mendapat citra buruk atas kasus tersebut.

Untuk itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, meminta agar jajaran pegawai pajak tetap semangat menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta bijaksana menggunakan media sosial.

Pasalnya, media sosial akan menjadi jejak digital seseorang saat bertindak.

Menurut Sri Mulyani, pegawai pajak dan jajarannya harus lebih sadar saat menggunakan media sosial, mereka bukan berperan sebagai individu.

Hal ini diungkapkan oleh  Sri Mulyani saat menggelar forum pembenahan dan pengarahan langsung kepada seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak, di Solo, Jawa Tengah, Senin (27/2/2023).

“Jadi kalau memamerkan apapun di media sosial, Anda tahu bahwa Anda tidak sebagai individu, Anda adalah wakil dari Kementerian Keuangan.”

“Tolong hati-hati dalam menggunakan media sosial, mau istrinya mau anaknya, mau suaminya, tolong itu semua dijaga, kesopanan, kepatutan, ketangkasan,” kata Sri Mulyani dikutip dari tayangan KompasTV, Selasa (28/2/2023).

Menurut Sri Mulyani meskipun harta yang diperlihatkan para anak buahnya itu adalah hartanya masing-masing, namun diakui Sri Mulyani saat ini lingkungan pekerjaannya itu sedang sensitif.

Hal ini berkaitan dengan kasus Rafael Alun beberapa waktu lalu.

“Meskipun itu harta Anda pribadi, Anda dapat dari kerja keras, tapi Anda tahu persepsi publik terhadap bendahara negara seperti kita itu sensitif,”  ujarnya.

Selain meminta untuk berhati-hati dalam bermedia sosial, Sri Mulyani meminta agar para pejabat pajak bisa lebih berempati.

“Sekarang lagi nggak biasa, kita lebih sensitif, jadi punyalah emapi kepada masyarakat yang lihat ke kita, apalagi pekerjaan Anda itu nggak mudah,” tambahnya.

(Tribunnews.com/Linda)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas