Bantah SDB Rp 37 M Terkait Gratifikasi, Rafael Alun: Biar Istri dan Anak Tidak Tahu
Rafael Alun mengungkapkan safe deposit box Rp 37 miliar itu disimpan agar anak dan istrinyanya tidak tahu jika dirinya memiliki uang.
Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Mantan Kepala Bagian Umum Direktorat Pajak (DJP) Kanwil Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo angkat bicara terkait safe deposit box (SDB) Rp 37 miliar yang disimpannya di sebuah bank BUMN dan ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rafael membantah bahwa SDB tersebut berkaitan soal dugaan gratifikasi atau hasil suap.
Ia mengungkapkan disimpannya SDB itu untuk disembunyikan dari istri dan anaknya.
"Jadi memang saya tujuannya sembunyikan dari keluarga saya. Jangan sampai anak dan istri saya tahu," katanya dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV yang dikutip pada Minggu (2/4/2023).
Rafael menjelaskan istri dan anaknya sering meminta untuk membeli sesuatu atau mengunjungi suatu tempat saat dirinya mempunyai uang dalam tabungan.
"Jadi istri saya dan anak saya, tidak saya bermaksud untuk menyalahkan mereka, tapi ketika melihat bahwa saya memiliki uang di tabungan, kan itu kan tabungan pasti terbuka di rumah."
"Nah itu pasti mereka lihat 'oh papa punya uang, yuk kita jalan kesini, yuk kita beli ini, yuk kita ini," jelasnya.
Baca juga: Ditanya Soal Keterlibatan Artis Inisial R di Kasus Pencucian Uang, Rafael Alun Ngaku Tak Kenal Artis
Dengan penjelasannya ini, ayah dari tersangka penganiayaan anak petinggi GP Ansor, Mario Dandy Satriyo tersebut menegaskan bahwa SDB yang disimpannya itu tidak berkaitan dengan gratifikasi.
Hal itu lantaran SDB tersebut terdaftar atas nama dirinya.
"SDB itu atas nama saya, bukan atas nama orang lain. Jadi tidak ada niatnya untuk menyembunyikan asal-usulnya. Jadi saya sembunyikan dari keluarga saya, jangan sampai anak dan istri saya tahu," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Rafael juga menjelaskan sumber pendapatan dirinya sehingga memiliki SDB sejumlah Rp 37 miliar.
Dia mengaku sumber pertamanya berasal dari penjualan tanah hibah dari orang tuanya senilai Rp 10 miliar.
Selain itu, ada aset yang dibeli oleh Rafael senilai Rp 200 juta pada tahun 1997.
Namun aset tersebut lalu dijualnya pada tahun 2010 dan ditukarkan dengan valuta asing.
Baca juga: Rafael Alun Trisambodo Klaim Tas Mewah Milik yang Disita KPK Banyak yang KW, Minta Mario Bertobat