Menko PMK Berharap Warga Tidak Mudik dalam Satu Hari Secara Bersamaan
Menko PMK Muhadjir Effendy meminta masyarakat tidak melakukan mudik dalam satu hari secara bersamaan
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat tidak melakukan mudik dalam satu hari secara bersamaan untuk menghindari penumpukan kendaraan yang akan menyebabkan kemacetan.
Pemerintah telah berupaya agar masyarakat tidak mudik dalam hari bersamaan dengan memperpanjang waktu cuti.
“Karena itu diberi waktu agak panjang agar nanti mereka tidak mudik dalam satu hari yang bersamaan,” kata Muhadjir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (4/4/2023).
Dengan perubahan waktu cuti bersama tersebut Muhadjir berharap masyarakat bisa mudik 2-3 hari sebelum hari raya lebaran sehingga tidak mengganggu manajemen tata kelola lalu lintas.
Apalagi kata Muhadjir pada lebaran tahun ini diprediksi akan ada kenaikan jumlah pemudik.
“Karena kita perlu mengantisipasi kemungkinan terjadi pelonjakan orang yang akan mudik dari yang semulanya 85 juta, tahun ini diperkirakan akan sampai 123 juta lebih,” katanya.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kendaraan di Arus Mudik Lebaran 2023, Ini Berbagai Persiapan Astra Infra
Selain itu, kata Muhadjir untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan pada arus mudik kali ini, pemerintah akan memberlakukan contraflow atau one way traffic.
“Jadi satu jalan digunakan untuk seluruh pemudik, tapi bisa juga menggunakan buka tutup, jadi tidak ada perubahan tapi yang paling memungkinkan nanti yang akan paling sering dilakukan itu contraflow,” pungkasnya.