Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

PKS Anggap Isu Politik Identitas Sebagai Agenda Setting

Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Iqbal menganggap isu politik identitas merupakan agenda setting.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in PKS Anggap Isu Politik Identitas Sebagai Agenda Setting
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Diskusi politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (17/5/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Iqbal menganggap isu politik identitas merupakan agenda setting.

Menurut Iqbal, suatu hari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pernah membuat pernyataan bahaya politik indentitas.

"Teman-teman yang kuliah dalam ilmu komunikasi maka dalam teori ilmu komunikasi ini yang disebut dengan agenda setting," kata Iqbal dalam sebuah diskusi di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (17/5/2023).

Baca juga: Peneliti LSI Sebut Politik Identitas Sudah Tidak Relevan Jadi Senjata Politik di Pilpres 2024

Dia menegaskan sejatinya politik tanpa identitas sangatlah tidak mungkin.

Sebab semua orang yang ikut berkontetasi memiliki identitas masing-masing.

"Tetapi lagi-lagi sampai sekarang saya tidak habis pikir kenapa isu poltik identitas ini selalu dilontarkan berbasis agama," ujar Iqbal.

Rekomendasi Untuk Anda

Iqbal mengaku sangat heran lantaran isu-isu politik indentitas selalu dikaitkan dengan agama.

"Padahal identitas itu banyak, ada usia, yang milenial pilih yang milenial, yang tua pilih yang tua, yang kulitnya putih pilih yang putih. Tetapi kenapa isu identik dengan agama ini selalu," ucap dia.

Diskusi ini dihadiri Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Ketua DPR RI Ahmad Basarah, Ketua DPP Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Willy Aditya.

Kemudian, peneliti ahli utama pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro, pengamat politik Rocky Gerung dan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ma'mun Murod.\

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas