Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kang Emil Sebut Al-Zaytun Memang Meresahkan

Polemik yang ditimbulkan Pesantren Al-Zaytun saat ini dianggap semakin meresahkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Kang Emil Sebut Al-Zaytun Memang Meresahkan
Kolase Tribunnews.com: Tribuncirebon.com/Handhika Rahman dan Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahma
Kang Emil Sebut Al-Zaytun Memang Meresahkan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polemik yang ditimbulkan Pesantren Al-Zaytun saat ini dianggap semakin meresahkan.

Karena bukan hanya ajarannya saja yang dianggap menyimpang, aset yang dimiliki pemimpinnya, yakni Panji Gumilang pun bernilai fantastis.

Kegaduhan yang ditimbulkan Al-Zaytun itu kemudian mendorong sebagian masyarakat melakukan aksi demo di depan Pondok Pesantren itu.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil pun menyebut bahwa pondok pesantren itu memang meresahkan.

Namun ia meminta masyarakat untuk tidak terpancing, karena aktivitas yang berlangsung di pondok pesantren itu telah ditindaklanjuti.

"Al-Zaytun ini memang meresahkan, dan sesuai dengan harapan masyarakat, sudah ditindaklanjuti," jelas Kang Emil, dikutip dari tayangan Kompas TV, Jumat (7/7/2023).

Sementara itu Pemimpinnya telah diperiksa Bareskrim Polri karena diduga melakukan penistaan agama.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi pimpinannya, pak Panji Gumilang nya sudah ditindaklanjuti oleh Bareskrim," kata Kang Emil.

Lalu aset bernilai fantastis milik Panji disebut kemungkinan telah dibekukan.

Selanjutnya para santri pondok pesantren itu akan diambil alih Kementerian Agama untuk diterapkan sistem pembelajaran yang benar, bukan seperti materi yang diberikan selama ini. 

Baca juga: Tipu Muslihat Panji Gumilang Kumpulkan Uang, Sebar Orang untuk Minta-minta hingga Buat Panti Asuhan

"Kemudian aset-asetnya kemungkinan sudah dibekukan juga karena perputarannya besar sekali. Yang berikutnya adalah ribuan santrinya akan diambil alih oleh Kementerian Agama, itu dengan pola belajar dan isi kurikulum yang kita sepakati," pungkas Kang Emil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas