KSAD Soroti Kepedulian Media Terhadap Permasalahan 'Human Security'
Dudung mengatakan sebuah kajian menyatakan bahwa human security memiliki empat dimensi.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Erik S
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman menyoroti kepedulian media massa terhadap permasalahan human security.
Bagi banyak orang, kata Dudung, dunia saat ini menjadi tempat yang tidak aman, penuh ancaman di banyak sektor kehidupan.
Baca juga: KSAD Dudung Abdurachman Pimpin Sertijab 3 Pejabat Baru Koorsahli, Kapuskesad dan Danpussenarhanud
Ancaman tersebut, kata dia, di antaranya bencana alam, konflik kekerasan, kemiskinan yang kronis, wabah penyakit, stunting, ancaman kesehatan, kekerasan pada anak dan perempuan, terorisme internasional, kemunduran ekonomi, dan persoalan keuangan yang secara tiba-tiba dapat menimbulkan kesulitan bahkan kekacauan.
Ancaman-ancaman tersebut menurut Dudung melemahkan prospek pembangunan berkelanjutan, perdamaian dan stabilitas yang pada akhirnya semua itu akan menimbulkan ancaman keamanan.
Ia mengatakan sebuah kajian menyatakan bahwa human security memiliki empat dimensi.
Pertama, kata dia, keamanan dari bencana.
Menjaga keamanan dari bencana, kata dia, dapat dimaknai dengan membentuk kesiapsiagaan bencana dan melaksanakan manajemen risiko.
Kedua, lanjut dia keamanan dari kekerasan fisik, berupa konflik struktural dan komunal.
Baca juga: Gelar Dialog di Kupang, Waasintel KSAD Tegaskan TNI Tidak Terlibat Politik Praktis
Menjaga keamanan terkait hal tersebut, kata dia, berarti mengelola konflik, serta menekan kekerasan dan kriminalitas.
Ketiga, adalah keamanan dalam bentuk perlindungan dan pemanfaatan kebhinekaan.
Menjaga keamanan dalam hal tersebut menurutnya bermakna memastikan tidak adanya ketidakadilan, diskriminasi, marginalisasi dan persekusi.
Keempat, lanjut dia, keamanan dalam bentuk pemenuhan kesejahteraan sosial.
Menjaga keamanan dalam hal itu, kata dia, berarti menjamin terpenuhinya kebutuhan biologis dan fisiologis, serta kebutuhan informasi dan komunikasi.
Mengacu pada empat filosofi human security itulah, kata dia, TNI AD mencermati setidaknya terdapat 10 isu strategis bangsa yang dapat membahayakan eksistensi bangsa kita, yaitu intoleransi, ancaman terhadap ideologi bangsa, terorisme, stunting, bencana alam dan wabah, kesetaraan gender, perlindungan anak, solidaritas internasional, kebutuhan digitalisasi yang inovatif, dan pelestarian budaya.
Baca juga: KSAD Jenderal Dudung dan KSAD Italia Bahas Profesionalisme Prajurit Hingga Modernisasi Alutsista
Hal tersebut disampaikannya saat sambutan pada acara KASAD Award 2023 yang digelar di Aula AH Nasution Mabesad) Jakarta pada Senin (10/7/2023).
"Media yang peduli terhadap permasalahan Human Security, adalah modal penting bangsa ini untuk melangkah dan bergerak maju mencari solusi masalah-masalah kemanusiaan dan keindonesiaan," kata Dudung.
Dudung mengatakan kesimpulan tersebut didasarkan pada hasil pengamatan TNI AD atas peran strategis media sebagai penyalur informasi yang akurat, berimbang, dan independen dalam mengartikulasikan 10 isu strategis bangsa dalam pemberitaan-pemberitaannya.
Kesepuluh isu strategis tersebut, kata dia, juga merupakan program prioritas pemerintah yang sangat dibutuhkan bangsa dan masyarakat Indonesia saat ini.
"Oleh karena itu, KASAD Award 2023 ini ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada media online yang memberi perhatian pada isu-isu strategis tersebut. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan aspek kelengkapan informasi, variasi penyajian dan isi konten yang berimbang, serta berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat," kata dia.
Dalam ajang tersebut 10 kategori yang berhubungan dengan isu Human Security menjadi dasar pencarian konten artikel yang dibuat oleh media nasional, media daerah, dan media kampus di platform digital.
Panitia KASAD Award 2023 menjaring sekitar 3 juta artikel dari 221 media yang mengangkat isu berdasarkan kategori-kategori tersebut sejak Mei 2022 hingga Mei 2023.
Baca juga: KSAD Wanti-wanti Prajurit dan Keluarga Waspadai Upaya Benturkan TNI dengan Polri
Panitia kemudian menyaring kembali berdasarkan nama perusahaan media yang terverifikasi di Dewan Pers (kecuali media kampus), dan jumlah atau kuantitas pemberitaan tentang isu-isu tersebut.
Dewan juri kemudian menelaah dan memberikan skor terhadap 2.030 artikel yang diproduksi 72 media yang masuk ke tahap final.
Selanjutnya diputuskan 24 media hang keluar sebagai pemenang KASAD Award 2023 di antaranya Kompas.com untuk Kategori Keberagaman dan Toleransi dan Kontan.co.id untuk karegori Inovasi Digital.
Dewan juri KASAD Award terdiri dari Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Kadispenad Brigjen Hamim Tohari, peneliti komunikasi Effendi Gazali, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute Ismail Hasani, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut, dan dua perwakilan perusahaan media, yakni Arif Zulkifli dari Tempo dan Sonya Hellen Sinombor dari Kompas.
Acara tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, pejabat negara dan instansi, pejabat utama Jajaran TNI dan Polri, pemuka agama, serta Pemred maupun perwakilan media massa.
Acara tersebut dipandu Letkol Tituler Dedy Corbuzier dan Ida Parwati serta dimeriahkan oleh penampilan Kartika Symphoni Orchestra TNI AD.