PDIP Ungkit Dukungannya Kepada Presiden Jokowi Selama Dua Kali Pilpres
PDI Perjuangan (PDIP) mengungkit dukungannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua kali pemilihan presiden (pilpres) pada 2014 dan 2019
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) mengungkit dukungannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua kali pemilihan presiden (pilpres) pada 2014 dan 2019 yang lalu.
Hal tersebut sekaligus menanggapi manuver Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mulai dekat dengan bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan itu, PSI pun menyebut tegak lurus dengan arahan Presiden Jokowi.
Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengaku tidak mengetahui apakah manuver tersebut merupakan sinyal dukungan Presiden Jokowi kepada Prabowo.
"Tanya ke Pak Jokowi, bukan tanya ke saya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (4/8/2023).
Puan mengaku dirinya hanya mengetahui bahwa Presiden Jokowi diusung PDIP selama dua kali di pilpres.
"Yang bisa saya pahami atau saya artikan, Pak Jokowi itu adalah presiden yang dua kali diusung dan didukung oleh PDI Perjuangan," jelasnya.
Oleh sebab itu, kata dia, dirinya berharap Presiden Jokowi melanjutkan hubungan baik dengan PDIP di Pilpres 2024 mendatang.
"Jadi kami berharap hubungan antara Presiden atau Pak Jokowi dan PDI Perjuangan itu akan selalu bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan tegak lurus mendukung calon presiden (capres) yang didorong Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun begitu, PSI bukan asal manut dengan arahan Presiden Jokowi.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie setelah PSI menerima kunjungan bakal calon presiden (bacapres) Prabowo Subianto di Kantor PSI di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).
"PSI tegak lurus pada Pak Jokowi bukan manut apa aja kata Pak Jokowi dalam artian ngebebek, enggak. Tapi kami ingin lihat ada keberlanjutan program-program Pak Jokowi," kata Grace dalam konferensi pers bersama Prabowo.
PSI, kata Grace, menginginkan program Jokowi dapat dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya. Apalagi, Jokowi telah menanamkan pondasi pembangunan bangsa agar bisa dilanjutkan ke depannya.
"9 tahun sudah dicurahkan untuk membangun tiang-tiang pancang pembangunan, kalau nanti presiden selanjutnya tidak mau membangun di atas tiang pancang maka kita akan buang energi, buang waktu, buang biaya," jelasnya.
Baca juga: PSI Sindir Ada Partai yang Harus Didatangi Sambil Merangkak, Ini Respon Ketua DPP PDIP Puan Maharani
Karena itu, Grace menyatakan bahwa kompas atau arah dukungan PSI ditentukan oleh Presiden Jokowi. Nantinya, keputusan itu bakal diumumkan pada Kopdanas PSI pada 22 Agustus 2023 mendatang.
"Jadi kompas kami hari ini dalam menentukan dukungan adalah Pak Jokowi. Kapan akan diumumkan, tunggu aja. Kita punya masih ada punya Kopdarnas pada 22 Agustus mendatang," katanya.
"Masih ada mekanisme yang kami jalani, insyaallah pilihan atau keputusan final PSI adalah juga keputusannya pak Jokowi," sambungnya.
Baca tanpa iklan