Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendikbudristek Nadiem Makarim: Data Kekerasan di Sekolah Menyeramkan

Kemendikbudristek, kata Nadiem, telah mengidentifikasi adanya kekerasan seksual melalui Asesmen Nasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mendikbudristek Nadiem Makarim: Data Kekerasan di Sekolah Menyeramkan
Istimewa
Mendikbudristek Nadiem Makarim. Ia mengatakan kekerasan di lingkungan sekolah terjadi cukup masif. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan kekerasan di lingkungan sekolah terjadi cukup masif.

Kemendikbudristek, kata Nadiem, telah mengidentifikasi adanya kekerasan seksual melalui Asesmen Nasional.

"Saat kita melakukan identifikasi, kita dalam Asesmen Nasional untuk pertama kali kita melihat survei semua sekolah untuk melihat risiko kekerasan baik itu intoleransi, kekerasan seksual, maupun perundungan," ujar Nadiem dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-25, Selasa (8/8/2023).

Dalam pengumpulan data kekerasan di lingkungan sekolah, Kemendikbudristek bekerjasama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Menurut Nadiem, data kekerasan di lingkungan sekolah yang tercatat menyeramkan karena sangat tinggi.

"Data yang kita dapatkan dan validasi dengan organisasi seperti KPAI, ini datanya menyeramkan," ucap Nadiem.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada tahun, 2022 pengaduan kekerasan di lingkungan sekolah yang masuk KPAI sebanyak 2.133 kasus.

Nadiem menilai kejadian sebenarnya bisa lebih banyak dibandingkan yang tercatat.

"Saat kita lakukan AN, sensus hampir itu 34 persen peserta didik berpotensi mengalami kekerasan. itu yang kekerasan seksual," ungkap Nadiem.

Lalu sebanyak 26 persen siswa berpotensi mengalami hukuman fisik atau kekerasan fisik. Sementara 36 persen siswa berpotensi mengalami perundungan.

"Kalau kita mengambil yang paling konservatif saja. Kalau misalnya dari 36 persen ini cuma setengahnya atau seperempat saja yang mengalami kekerasan, itu adalah 10 persen dari seluruh anak kita di Indonesia. Bisa bayangkan enggak 1 dari 10 anak kita mengalami satu bagian dari kekerasan," pungkas Nadiem.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas