Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PDI Perjuangan Cermati Usulan Presiden Kembali Dipilih MPR RI

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya mencermati usulan agar MPR RI dapat kembali memilih dan melantik presiden.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Wahyu Aji
zoom-in PDI Perjuangan Cermati Usulan Presiden Kembali Dipilih MPR RI
Tribunnews/Fersianus
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat menjadi inspektur upacara penaikan bendera Merah Putih menyambut HUT ke-78 RI di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (17/8/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya mencermati usulan agar MPR RI dapat kembali memilih dan melantik presiden.

Hasto menegaskan bahwa perubahan sistem politik sangat fundamental, sehingga harus bebas dari kepentingan pribadi.

"Terhadap (usulan) perubahan sistem politik nasional apalagi menyangkut hal yang sangat fundamental kedaulatan rakyat, harus dilakukan secara cermat dalam suasana hati yang baik dan bening dan terlepas dari vested of interest," kata Hasto di kantor Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (17/8/2023).

Menurutnya, saat ini yang terpenting adalah bukan merubah sistem pemilihan umum (Pemilu).

"Tetapi bagaimana pola pembangunan semesta berencana tersebut dapat ditetapkan dan menjadi bagian dari kewenangan MPR," ujar Hasto.

Hasto menjelaskan maksud Ketua Umum Megawati Soekarnoputri soal MPR menjadi lembaga tertinggi negara.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebab, pernyataan Megawati sempat disinggung Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet di sidang Tahunan MPR 2023.

Hasto menjelaskan maksud Megawati agar MPR menjadi lembaga tertinggi negara adalah untuk menetapkan pola pembangunan semesta dan berencana.

Baca juga: Survei SMRC: Sebanyak 87 Persen Rakyat Menolak Presiden Dipilih MPR

"Ini yang disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, bukan merubah suatu sistem Pemilu presiden," ungkapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas